Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama

Muhammadiyah Resmi Beli Gereja Senilai Rp45 Miliar, Bangunan Bersejarah Akan Kembali Menjadi Masjid

  Tanyaislamyuk - Muhammadiyah Jawa Timur resmi mengakuisisi sebuah bangunan gereja di Alcalá de Henares, Madrid, Spanyol, dengan nilai sekitar 3 juta euro atau setara Rp45 miliar. Akuisisi ini menjadi bagian dari langkah Muhammadiyah dalam memperluas dakwah dan pelayanan umat Islam di kawasan Eropa. Bangunan tersebut berada di lokasi yang diyakini pernah menjadi masjid pada masa pemerintahan Islam di Andalusia sebelum kemudian beralih fungsi menjadi gereja. Setelah proses pembelian selesai, Muhammadiyah berencana mengembalikan fungsinya sebagai masjid sekaligus mengembangkannya menjadi pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial bagi komunitas Muslim setempat. Proses akuisisi ini berlangsung melalui serangkaian pembahasan dan negosiasi yang memakan waktu hingga akhirnya mencapai kesepakatan. Langkah tersebut pun menarik perhatian publik karena dinilai sebagai upaya memperkuat syiar Islam melalui pendekatan yang damai, edukatif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyara...

Yang Menang Bukan Argentina atau Spanyol, Yang Menang Adalah Mereka Yang Memenuhi Seruan “Hayyalal Falaah” dan “Asholatu Khoirum Minan Nauum”

  Tanyaislamyuk - Dunia baru saja menyaksikan pertandingan besar. Ada yang bersorak karena Argentina. Ada yang berpesta karena Spanyol. Ada yang kecewa karena tim favoritnya kalah. Namun jika dipikir-pikir, beberapa tahun lagi siapa yang masih peduli siapa juara hari ini? Piala akan berdebu. Jersey akan usang. Rekor akan dipecahkan lagi. Tetapi ada satu kemenangan yang nilainya tidak pernah berakhir. Yaitu kemenangan saat seseorang meninggalkan tempat tidurnya, mengambil air wudhu, lalu berjalan memenuhi panggilan Allah. Setiap hari, lima kali, terdengar seruan: "Hayya 'alash Shalah..." Marilah menuju salat. Lalu disusul: "Hayya 'alal Falah..." Marilah menuju kemenangan dan keberuntungan. Menariknya, Allah tidak mengatakan, "Datanglah menuju kekalahan." Tidak. Allah langsung menyebutnya sebagai falah —kesuksesan, keberuntungan, dan kemenangan yang mencakup seluruh kebaikan dunia maupun akhirat. Banyak ulama menjelaskan bahwa kata falah adalah sal...

Gen Z di Desa Kini Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Kepedulian Terhadap Tetangga

  Tanyaislamyuk - Bagi masyarakat desa, tradisi tahlilan memiliki posisi yang sangat penting. Perdebatan soal hukum agama terkait acara ini memang selalu ada. Sebagian masyarakat juga menilai acara ini membebani tuan rumah karena harus menyiapkan makanan. Namun, bagi para tetua desa, tahlilan tetap dipertahankan karena alasan yang jauh lebih besar: ini adalah ruang pertemuan paling ampuh untuk merekatkan kerukunan. Sayangnya, kebiasaan ini perlahan mulai bergeser. Anak-anak muda, khususnya Gen Z, perlahan menyingkir. Mereka lebih suka berdiam diri di kamar masing-masing. Kalaupun terpaksa datang karena didorong oleh orang tua, mereka biasanya hanya nongkrong di dapur bersama anak muda lainnya. Perubahan gaya bersosialisasi ini mulai sering menjadi bahan obrolan para sesepuh desa. Sunar (40), Ketua Karang Taruna, adalah orang yang paling sering mendengar curhatan bapak-bapak soal kelakuan anak muda sekarang. “Anak muda sekarang susah kalau disuruh duduk di depan. Padahal kumpul ses...

Semua Agama yang Kamu Anut Sekarang ini Cuman Warisan Orangtua, Bukan Pilihanmu Sendiri. Benarkah?

  Tanyaislamyuk - Pernahkah kamu berpikir, jika sejak lahir kamu dibesarkan di keluarga dengan agama yang berbeda, apakah keyakinanmu hari ini akan tetap sama? Pertanyaan ini sering memicu perdebatan. Ada yang langsung menjawab, "Iya, agama memang diwariskan." Ada juga yang menolak, "Tidak, saya memilih tetap berada di agama ini karena sudah mempelajarinya." Lalu, mana yang benar? Faktanya, hampir semua orang pertama kali mengenal agama melalui keluarganya. Cara berdoa, tempat ibadah yang didatangi, kitab suci yang dibaca, hingga nilai-nilai kehidupan biasanya diajarkan oleh orang tua sejak kecil. Dalam arti itu, agama memang menjadi bagian dari warisan keluarga. Namun, menjadi warisan sejak lahir bukan berarti seseorang tidak pernah memiliki kesempatan untuk memilih. Ketika beranjak dewasa, setiap orang memiliki kemampuan untuk belajar, bertanya, membaca, membandingkan, bahkan mengubah keyakinannya jika memang merasa perlu. Ada yang tetap memeluk agama yang diwar...

Orang yang Mencintai Agama, Dia Hanya Akan Mencintai Kelompoknya. Namun Orang yang Mencintai Tuhan, Dia Akan Mencintai Semua Ciptaannya. Benarkah?

  Tanyaislamyuk - Kalimat ini sering viral di media sosial. Sekilas terdengar sangat bijaksana, bahkan menyentuh hati. Namun jika direnungkan lebih dalam, benarkah mencintai agama membuat seseorang hanya mencintai kelompoknya sendiri? Dan benarkah orang yang mencintai Tuhan pasti mencintai semua ciptaan-Nya tanpa batas? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Agama pada hakikatnya adalah jalan yang mengajarkan manusia mengenal Tuhan. Hampir semua agama mengajarkan kasih sayang, kejujuran, kepedulian, dan larangan berbuat zalim kepada sesama. Jika ada orang yang mengatasnamakan agama lalu membenci semua orang di luar kelompoknya, masalahnya belum tentu terletak pada agamanya, melainkan pada cara ia memahami dan mengamalkannya. Di sisi lain, mencintai Tuhan memang seharusnya melahirkan kasih sayang kepada sesama manusia. Sebab manusia adalah ciptaan Tuhan. Bahkan bukan hanya manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan, dan alam semesta. Namun mencintai semua ciptaan bukan berarti mengan...

Belajarlah Agama Sampai Kau Tahu Bahwa Ayah yang Tidak Menafkahi Anak-anaknya, Hidupnya Akan Selalu Miskin

  Tanyaislamyuk - Ada ayah yang penghasilannya hanya Rp2 juta, tetapi anak-anaknya tidak pernah tidur dalam keadaan lapar. Ada pula ayah yang penghasilannya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, tetapi anak-anaknya harus meminta-minta perhatian, biaya sekolah terlambat, kebutuhan mereka diabaikan, sementara sang ayah sibuk memenuhi keinginan dirinya sendiri. Lalu, siapa sebenarnya yang lebih kaya? Agama mengajarkan bahwa kekayaan bukan hanya soal banyaknya uang, tetapi juga keberkahan. Sebab harta yang tidak digunakan untuk menunaikan kewajiban bisa kehilangan nilai keberkahannya. Dalam Islam, nafkah kepada anak bukanlah hadiah. Bukan pula bentuk kebaikan yang bisa diberikan sesuka hati. Itu adalah kewajiban yang melekat pada seorang ayah sesuai dengan kemampuannya. Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan bahwa seseorang telah cukup berdosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya. Renungkanlah... Untuk membeli rokok selalu ada uang. Untuk nongkrong selalu ada biaya. Untu...

Persiapan Acara Tahlilan: Kopi, Rokok, Besek, Amplop, Nasi Berkat. Kira-kira Jika Tidak Mampu Sediakan itu Semua, Tetap ada yang Datang Mendoakan?

  Tanyaislamyuk - Sebelum marah, coba renungkan satu pertanyaan. Kalau semua kopi dibatalkan... Rokok tidak disediakan... Besek kosong... Amplop tidak dibagikan... Dan nasi berkat tidak ada... Masihkah rumah duka dipenuhi orang yang datang untuk mendoakan? Inilah yang menjadi kritik sebagian ulama Salafi terhadap tradisi tahlilan. Mereka berpendapat bahwa Rasulullah ﷺ dan para sahabat tidak pernah mengadakan ritual berkumpul pada hari ketiga, ketujuh, keempat puluh, seratus, atau haul kematian dengan menyediakan jamuan makanan. Justru ketika seseorang meninggal, keluarga yang berduka sedang ditimpa musibah. Mereka seharusnya diringankan bebannya, bukan dibebani biaya konsumsi untuk menjamu banyak tamu. Bahkan terdapat riwayat bahwa para sahabat memandang berkumpul di rumah keluarga mayit dan membuat jamuan setelah pemakaman sebagai bagian dari bentuk ratapan yang tidak diajarkan. Karena itu, menurut pandangan ini, doa kepada mayit tidak membutuhkan acara khusus, tidak membutuh...

Apakah Cadar itu Perintah Agama? atau Warisan Budaya yang Terlanjur Dianggap Suci?

  Tanyaislamyuk -  "Tidak semua yang terlihat Islami berasal dari ajaran Islam. Sebagian adalah budaya yang kemudian hidup berdampingan dengan agama. Lalu, di mana posisi cadar?" Di tengah masyarakat Muslim, cadar sering kali menjadi simbol kesalehan. Bahkan tidak sedikit yang menganggap perempuan yang tidak bercadar belum menjalankan syariat secara sempurna. Sebaliknya, ada pula yang memandang cadar sebagai tradisi Arab yang tidak memiliki kewajiban dalam Islam. Lalu, sebenarnya mana yang benar? Islam Datang ke Arab, Bukan Berasal dari Arab Satu hal yang sering terlupakan adalah Islam memang turun di Jazirah Arab, tetapi tidak semua budaya Arab otomatis menjadi bagian dari syariat. Sebelum Nabi Muhammad ﷺ diutus, perempuan dari kalangan tertentu di Arab, Persia, hingga Romawi Timur telah mengenakan penutup wajah. Bahkan tradisi menutupi wajah telah dikenal berabad-abad sebelum Islam lahir. Pada masa itu, cadar sering menjadi simbol status sosial, kehormatan keluarga, atau p...

Kalau Tuhan Adil, Kenapa Orang Jahat Sering Lebih Berhasi?

  Tanyaislamyuk - Pertanyaan ini bukan hal baru. Sejak ribuan tahun lalu, manusia sudah bergulat dengan kegelisahan yang sama. Di sekitar kita, tak sulit menemukan contoh orang yang suka menipu tetapi kaya raya, koruptor yang hidup mewah, atau mereka yang menghalalkan segala cara demi jabatan dan popularitas. Sebaliknya, ada banyak orang jujur yang harus bekerja keras setiap hari hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemandangan seperti inilah yang membuat sebagian orang bertanya-tanya: di mana letak keadilan Tuhan? Kesalahan yang Sering Kita Lakukan: Menyamakan Keberhasilan dengan Kebaikan Banyak orang menganggap kekayaan, jabatan, dan popularitas sebagai bukti bahwa seseorang sedang mendapat "hadiah" dari Tuhan. Padahal belum tentu demikian. Keberhasilan duniawi sering kali hanya menunjukkan bahwa seseorang berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya di dunia. Itu tidak otomatis berarti ia benar, mulia, atau dicintai Tuhan. Dalam banyak ajaran agama, kehidupan dunia justru ...

Diundur! NU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh Pada Besok Hari Rabu, 17 Juni 2026

  Tanyaislamyuk - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah resmi mengumumkan bahwa 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu Kliwon, 17 Juni 2026 M, dimulai sejak malam Rabu berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026.  Dari seluruh lokasi pemantauan yang dilaporkan, hilal tidak berhasil terlihat sehingga penetapan awal Muharram mengacu pada penyempurnaan bulan Zulhijah. Sebelumnya, telah ditentukan 1 Muharram jatuh pada Hari Selasa, 16 Juni 2026. Namun, hasil pemantauan oleh lembaga NU berbeda.

82,9% Anak Muda Dukung KHGT Muhammadiyah, Karena Tak Mau Ribet Penentuan Lebaran Mendatang

  Tanyaislamyuk - Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis temuan Laporan Survei Nasional “Muhammadiyah di Mata Anak Muda” pada Senin (30/3). Salah satu temuan survei menyebut bahwa sebanyak 82,9% dari 758 responden pemuda usia 17-40 tahun setuju dengan gagasan dan program Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) inisiasi Muhammadiyah, yang juga digunakan untuk penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Kepala PSKP UAD, Azaki Khoirudin, menjelaskan bahwa berdasarkan data ada sebanyak 82,9% responden setuju, 11,7% tidak tahu, dan hanya 5,4% tidak setuju. “Angka ‘tidak tahu’ lebih besar dari penolak menunjukkan tantangan Muhammadiyah adalah edukasi, bukan penolakan,” katanya. “Anak muda mungkin sudah resah dengan debat penentuan lebaran tiap tahun. Survei PSKP membuktikan bahwa 82% sudah ‘move on’ dan dukung penuh KHGT. Tantangan terbesar bukan mereka yang tolak, tapi yang belum tahu,” tegas Azaki. Pendekatan KHGT Muhammadiyah yang padukan dalil agama dan...

Pangeran Arab Saudi Tegaskan Salafi-Wahabi Bukan Aliran Istimewa

  Tanyaislamyuk - Pernyataan Mohammed bin Salman ini terdengar sederhana, tetapi implikasinya merobohkan fondasi lama yang selama puluhan tahun nyaris tak tersentuh kritik. Dengan menegaskan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab “bukan nabi” dan “hanya seorang ulama di antara banyak ulama lain”, MbS secara tidak langsung sedang membongkar ideologi yang selama ini ditempatkan seolah-olah sakral dan tak boleh diperdebatkan. Ini bukan sekadar klarifikasi teologis—ini adalah demitologisasi. Sebuah upaya membongkar aura absolutisme yang selama ini mengelilingi warisan Wahabisme dalam struktur kekuasaan Saudi. Lebih jauh, ketika ia menegaskan bahwa “tak boleh ada satu pun pihak yang memaksakan ajaran mereka sebagai satu-satunya paham”, pesan itu bukan netral. Itu adalah kritik terbuka terhadap praktik lama—di mana satu tafsir agama dijadikan standar tunggal negara, dan segala perbedaan dianggap penyimpangan. Di titik ini, pernyataan MbS bisa dibaca sebagai sinyal pergeseran besar: dari negara ...

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...

Apakah Semua Agama Sebenarnya Menuju Kepada Tuhan yang sama?

  Tanyaislamyuk - Agama bukan melulu perkara normatif belaka, tetapi juga laku spiritual yang dampaknya jelas akan terasa dalam kehidupan. Ketiga sufi besar itu berkeyakinan bahwa pada ranah transendental, semua agama memiliki kesatuan esensi, tetapi kemudian termanifestasi ke dalam sekian ragam perbedaan, mulai dari objek sesembahan, ritus, kitab suci, hingga dampak eskatologisnya.  Lantas bagaimana kita bisa menemukan titik temu dari sekian titik perbedaan itu? Bagaimana pula kita bisa memahami Tuhan yang Nirbentuk, yang tampak pada sesembahan, yang dipahami, dan Tuhan yang tak terpahami?    Satu Tuhan Banyak Agama adalah kisah lain dari betapa agama masih tetap relevan untuk terus diperbincangkan baik secara serius ataupun sambil lalu. Jika kita mau mencermati inti dari sebuah agama secara menyeluruh, tentu kita akan menemukan bahwa di baliknya ada kedamaian yang tersembunyi, keharmonisan, dan kebahagiaan universal.  Selagi agama masih dianggap penting dan ki...

Ramai Trend “Login” Muhammadiyah, Benarkah Muhammadiyah Menjadi Menarik dan Relevan Untuk Anak Muda?

  Tanyaislamyuk - Fenomena "login Muhammadiyah" memang belakangan ini sering menjadi trending topic, terutama di media sosial. Istilah gaul "login" ini merujuk pada ketertarikan masyarakat khususnya anak muda dari berbagai latar belakang untuk bergabung menjadi simpatisan atau sekedar mengagumi cara kerja Persyarikatan Muhammadiyah. Ketertarikan ini sangat beralasan jika kita melihat betapa masifnya pergerakan dan tata Kelola organisasi ini, yang dimana banyak orang menganggap makin relevan dengan era modern. Terkenal Mengedepankan Kualitas, bukan Sebatas Kuantitas (Basis Massa) Berdasarkan data dari Kementrian Agama dan berbagai lembaga survei beberapa tahun terakhir, estimasi jumlah warga atau simpatisan Muhammadiyah saat ini berada di kisaran 60 hingga 65 juta orang. Hingga data terbaru di rentang 2024-2025, total estimasi aset Muhammadiyah ditaksir mencapai Rp 400 Triliun hingga Rp 464 Triliun. Hal ini pula yang menempatkan Muhammadiyah sebagai salah satu organi...

Benarkah Putra Mahkota Saudi Mengaku: Wahabi Disebarkan Atas Permintaan Amerika

  Tanyaislamyuk - Ada satu pertanyaan yang lebih besar dari semua perdebatan ini. MBS mengakui Barat menggunakannya untuk kepentingan geopolitik. Dugin dari Rusia menyebutnya alat imperialis. Dua musuh bebuyutan, sepakat dalam satu hal: perpecahan umat Islam menguntungkan mereka, kapitalis barat. Sementara kita? antara yang mengaku penegak sunnah dangan yang memihak islam nusantara - aswaja, sibuk saling serang di kolom komentar. Siapa yang sedang menertawakan kita? Rasulullah ﷺ sudah memperingatkan ini. "Bersegeralah beramal saleh sebelum datangnya fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita. Di pagi hari seseorang masih beriman, di sore harinya sudah kafir." (HR. Muslim) Bukan fitnah yang datang sekali lalu selesai. Tapi gelombang demi gelombang, belum usai yang satu, datang yang lebih gelap, lebih membingungkan. Sampai umat tidak lagi bisa membedakan mana kawan, mana lawan. Mana yang membela Islam, mana yang justru menghancurkannya dengan mengatasnamakan Islam. Dan yan...

70 Tahun Digali Untuk Dirobohkan. Masjid Suci Al-Aqsa Mungkin Tidak Ada Lagi di Masa Anak Cucu Kita

  Tanyaislamyuk -Pada tahun 1909, Seorang mantan narapidana bernama Cyrus Scofield menerbitkan Alkitab dengan catatan kakinya sendiri. Pesannya sederhana: Kuil Ketiga harus dibangun, baru Yesus bisa kembali. Puluhan juta orang Amerika percaya. Geopolitik dunia berubah selamanya. 1967. Israel merebut Yerusalem Timur. Sepekan setelah perang, sekop pertama masuk ke tanah. Bukan untuk membangun. Untuk mencari. 1996. Terowongan baru dibuka tepat di bawah fondasi Al-Aqsa. Kerusuhan meledak. 80 orang tewas. Penggalian tidak berhenti. 2019. 600 meter terowongan di bawah rumah warga Palestina resmi dibuka. Dinamai "Jalan Para Peziarah." Disponsori organisasi pemukim. Dibuka Marco Rubio pada 2025. 2024. Lima sapi betina merah dari Texas tiba di Israel. Dalam hukum Taurat, ini syarat terakhir sebelum Kuil bisa beroperasi. Blueprint arsitektur Haikal sudah diajukan ke pemerintah kota Yerusalem. 2025. Video AI beredar di media sosial, memperlihatkan Al-Aqsa hancur, Haikal Solomon berdiri ...

Kontroversi Dana Baznas: Ketika Anggaran Lebih Besar ke Pengelola Dibanding ke Fakir Miskin

  Tanyaislamyuk - Besarnya alokasi dana zakat untuk amil mendapat sorotan di media sosial. Beberapa netizen mengkritik besarnya alokasi dana amil dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut ketimbang asnaf (golongan yang berhak menerima zakat) lainnya. Respons ini muncul setelah unggahan laporan keuangan Baznas RI 2023/2024 viral di media sosial X. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa alokasi dana untuk amil sebanyak Rp83.165.311.532,- sedangkan fakir dan garim masing-masing Rp 55.554.330.122,- dan Rp350.909.004,- (2023) serta alokasi dana amil sebanyak Rp107.658.965.760,- sedangkan fakir dan garim masing-masing Rp63.814.338.121,- dan Rp1.544.478.794,- (2024). Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan menegaskan dana amil dalam laporan tersebut bukan sekadar gaji dan tunjangan amil, tapi juga operasional lembaga. "Dana zakat yang diperuntukkan bagi asnaf amil tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk gaji pokok, tunjangan, dan bantuan amil," katanya dalam...

Muhammadiyah Luncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal: Peradaban Islam Harus Punya Kalender yang mempersatukan

  Tanyaislamyuk - Muhammadiyah meluncurkan Kalender Hijriyah Global. Inisiatif ini didorong oleh pandangan bahwa peradaban Islam membutuhkan standar kalender yang menyatukan, bukan berbeda-beda antarnegara atau otoritas. Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rofiq Muzakkir, menyebut penerimaan terhadap kalender global ini hanya soal waktu. “Bagi Muhammadiyah, ini just a matter of time,” kata Rofiq. "Sama ketika dulu kita meluruskan arah kiblat, butuh beberapa dekade untuk masyarakat sampai pada pemikiran yang sama.  Menurutnya, hal ini dilakukan demi menunaikan tugas Muhammadiyah selaku pemberi edukasi. “Peradaban Islam itu perlu memiliki satu kalender yang bersifat menyatukan. Satu tanggal, satu hari, berlaku untuk seluruh dunia,” jelas Rofiq.

Militer Israel Juga Menyerang Warga Palestina yang Hendak Melaksanakan Shalat Idulfitri Diluar Kompleks Masjid

  Tanyaislamyuk - Perayaan Idul Fitri di Kota Al-Quds (Yerusalem), Palestina, yang diduduki berubah menjadi duka mendalam. Untuk pertama kalinya sejak 1967, umat Islam tidak dapat melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Masjid Al-Aqsa akibat pembatasan ketat yang diberlakukan rezim penjajah Zionis Israel. Terlihat detik-detik ketika warga Palestina berusaha mendekati kompleks Masjid Al-Aqsa, namun justru dihadang dan diserang oleh pasukan penjajah Zionis Israel. Situasi tersebut menjadi catatan sejarah kelam, sejak 1967, baru kali ini salat Idul Fitri tidak dapat dilaksanakan di Masjid Al-Aqsa.