Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

Kalau Meminta Kepada Allah, Mintalah Seperti Nabi Sulaiman: Tanpa Ragu, Tanpa Merasa Tidak Pantas

  Tanyaislamyuk - Banyak orang merasa sungkan ketika berdoa. Mereka ingin meminta rezeki yang luas, keluarga yang bahagia, kesehatan, ilmu, bahkan kedudukan yang baik. Namun, di dalam hati muncul bisikan, "Apa aku pantas meminta sebesar itu?" Padahal, Allah adalah Dzat Yang Maha Kaya. Tidak ada satu pun permintaan hamba yang mampu mengurangi kekayaan-Nya. Yang sering membatasi doa kita bukanlah kemampuan Allah, melainkan cara kita memandang diri sendiri. Salah satu pelajaran paling indah tentang cara berdoa datang dari Nabi Sulaiman 'alaihissalam. Nabi Sulaiman Meminta Kerajaan yang Belum Pernah Dimiliki Siapa Pun Setelah memohon ampun kepada Allah, Nabi Sulaiman tidak berhenti sampai di situ. Beliau justru meminta sesuatu yang luar biasa besar. Allah mengabadikan doa beliau dalam Al-Qur'an: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi." (QS. Shad: 35) Perha...

Saat Raja Abrahah Membawa Pasukan Bergajah Untuk Menyerang Ka’bah, Kok Bisa Ada Gajah di Arab?

  Tanyaislamyuk - Gajah bukan asli Arab, tapi kenapa Abrahah bisa membawa pasukan bergajah menyerang Ka'bah? Dalam sejarah Islam, kisah "Tahun Gajah" begitu terkenal. Tahun itu selalu dikaitkan dengan peristiwa penyerangan Ka'bah yang dilakukan oleh penguasa Yaman, Abrahah. Gajah sendiri bukan hewan yang hidup di wilayah kering seperti Makkah, Madinah, atau sebagian besar Jazirah Arab. Lalu, dari mana sebenarnya gajah-gajah itu berasal? Banyak catatan sejarah menyebutkan Abrahah sebagai tokoh dari Kerajaan Aksum di Afrika Timur (wilayah Ethiopia dan Eritrea sekarang). Pada abad ke-6 M, Aksum memiliki pengaruh besar hingga ke Yaman. Dalam konteks inilah Abrahah kemudian menjadi penguasa di wilayah Yaman. Dari latar belakang tersebut, sangat mungkin gajah yang digunakan Abrahah berasal dari Afrika, yang memang menjadi habitat alami gajah. Selain itu, jaringan kekuasaan dan perdagangan Aksum juga memungkinkan mobilisasi hewan besar seperti gajah untuk kepentingan militer...

Bener Gak? Ketika Semakin Dewasa, Semakin Akrab Dengan Kalimat, “Perbaiki Sholatmu, Maka Allah Akan Perbaiki Hidupmu”

  Tanyaislamyuk - Saat masih muda, banyak orang berpikir bahwa kunci kebahagiaan adalah uang yang banyak, pekerjaan yang mapan, rumah yang besar, atau jabatan yang tinggi. Namun seiring bertambahnya usia, kenyataan hidup sering kali mengajarkan sesuatu yang berbeda. Masalah datang silih berganti. Ada yang diuji dengan ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, hingga ketenangan hati yang terasa semakin sulit didapatkan. Di titik inilah banyak orang mulai akrab dengan sebuah kalimat yang dulu mungkin dianggap biasa saja: "Perbaiki sholatmu, maka Allah akan perbaiki hidupmu." Lalu, benarkah demikian? Sholat Bukan Sekadar Ibadah Ritual Dalam Islam, sholat bukan hanya kewajiban harian. Sholat adalah sarana seorang hamba untuk terhubung langsung dengan Allah SWT. Allah berfirman: "Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar." (QS. Al-Ankabut: 45) Ketika seseorang menjaga sholatnya dengan baik, ia akan lebih berhati-hati dalam bertindak, berbicara, d...

Lebaran Serentak! Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Diprediksi Sholat Id di Hari yang Sama

  Tanyaislamyuk - Lebaran tahun ini bisa jadi barengan! Perayaan Idulfitri 1447 H tahun ini berpeluang dirayakan secara bersamaan oleh warga Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Secara perhitungan astronomi, awal Syawal diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026. Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab yang mereka gunakan. Sementara itu, NU bersama pemerintah masih menunggu hasil pemantauan hilal melalui Rukyatul Hilal yang akan diputuskan dalam Sidang Isbat pada 19 Maret. Jika posisi hilal memenuhi kriteria, besar kemungkinan umat Muslim di Indonesia akan merayakan Idulfitri di hari yang sama. Kalau itu terjadi, tentu jadi momen yang indah… merayakan hari kemenangan bersama setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan.

Benarkah Manusia Masih Mengenali Keluarganya Saat Dibangkitkan Kelak?

  Tanyaislamyuk - Hari kebangkitan adalah salah satu peristiwa paling dahsyat yang akan dialami seluruh manusia. Dalam ajaran Islam, hari itu dikenal sebagai Hari Kiamat , ketika seluruh manusia dari zaman pertama hingga terakhir akan dibangkitkan kembali dari kuburnya untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah. Namun muncul satu pertanyaan yang sering membuat hati penasaran: apakah manusia masih bisa mengenali keluarganya ketika dibangkitkan kelak? Manusia Dibangkitkan Dengan Kesadaran Penuh Dalam ajaran Islam, manusia dibangkitkan dengan jasad dan kesadaran yang utuh. Artinya, seseorang tetap memiliki ingatan tentang dirinya, kehidupannya di dunia, dan orang-orang yang pernah ia kenal. Hal ini terlihat dari banyak ayat Al-Qur'an yang menggambarkan manusia saling berbicara dan mengenali satu sama lain ketika dibangkitkan. Bahkan ada yang saling menyalahkan, saling mencari, atau justru saling menjauh. Namun, kondisi hari itu sangat berbeda dari kehidupa...

Skenario Babak Akhir: Plot Twist Iran & Yahudi Terjadi Sesuai Hadits Nabi SAW

  Tanyaislamyuk - Mereka bakar bendera bintang David di jalanan. Mereka teriak kutukan untuk Zionis setiap tahun. Dunia percya: Iran adalah musuh bebuyutan Isral. Tapi Nabi SAW meninggalkan sabda yang berbeda. Dan sabda itu sedang menjadi kenyataan hari ini. Sebelum kamu scroll, pahami ini dulu. Ini bukan soal membenci satu bangsa. Bukan soal politik semata. Ini tentang tanda-tanda akhir zaman yang Nabi SAW sampaikan 1.400 tahun lalu dan bagaimana ia bersesuaian dengan realita dunia hari ini. Para ulama sejak dulu membahas hadits-hadits ini: direspon dengan respon beragam dari dianggap halu, cocoklogi hingga dianggap menaku-nakuti. Hari ini konteksnya semakin jelas. Kota Iran ini disebut langsung oleh Nabi SAW. Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi Isfahan yang memakai jubah-jubah (ath-thayalisah). HR. Muslim. Isfahan hari ini: Kota terbesar kedua Iran. Pusat program militer strategis. Dan fakta yang jarang dibahas, kota dengan komunitas Yahudi terbesar yang masih ...

Ayatollah Ali Khamenei yang Tewas Akibat Serangan AS dan Israel Adalah Cucu ke-38 Nabi Muhammad SAW

  Tanyaislamyuk - Peristiwa serangan Udara yang merenggut nyawa pemimpin tertinggi iran, Ayatollah Ali Khamenei akhir februari lalu, menyisakan duka yang melampaui batas politik negara. Dibalik jabatannya sebagai pemegang otoritas tertinggi Republik Iran, Khamenei memiliki identitas spiritual sebagai seorang Sayyid, sebuah gelar kehormatan bagi individu yang memiliki garis keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Simbol Sorban Hitam dan Warisan Ahlul Bayt Bagi masyarakat Iran dan penganut Syiah di seluruh dunia, identitas Ali Khamenei sebagai bagian dari Ahl al-Bayt (Keluarga Nabi) adalah fakta yang tak terpisahkan dari kepemimpinannya. Berdasarkan catatan sejarah yang dihimpun dari Britannica dan laman biografi resminya, status ini memberi Khamenei hak istimewa untuk mengenakan sorban hitam. Sorban tersebut menandakan bahwa ia adalah keturunan Rasulullah melalui putrinya Fatimah az-Zahra dan suaminya Ali bin Abi Thalib. Silsilah Emas: Dari Quraisy hingga Dinasti Safawi Merujuk p...

Islam Terbagi Menjadi 72 Golongan dan yang Benar Cuman 2, Apakah NU dan Muhammadiyah Termasuk Golongan yang Benar?

  Tanyaislamyuk - Bukan soal perdebatan yang memecah belah, bukan juga ajang merasa paling suci, tapi tentang pemahaman yang lurus. ​Seringkali kita merasa bingung di tengah banyaknya kelompok dan pandangan, sampai muncul pertanyaan: "Ke mana seharusnya kita berpijak?" ​Ustadz Felix Siauw menjelaskan dengan sangat jernih: Golongan yang benar itu adalah mereka yang berpegang teguh pada apa yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.  ​Organisasi seperti NU dan Muhammadiyah, selama keduanya berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, bukanlah "golongan" yang memisahkan diri dari kebenaran.  ​Keduanya hanyalah wadah perjuangan, cara yang berbeda untuk tujuan yang satu: menjaga syariat Islam tetap tegak di bumi pertiwi. ​Jangan sampai perbedaan furu'iyah (cabang) membuat kita buta akan ukhuwah (persaudaraan). Karena musuh yang nyata bukanlah saudaramu yang berbeda cara shalatnya, tapi mereka yang ingin menjauhkan kita dari cahaya iman.  ​Itulah esensi beragama yan...

Dunia di Ambang Kehancuran Perang Dunia 3, Lantas Kita sebagai Muslim Harus Apa?

  Tanyaislamyuk - Ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia semakin memanas. Perang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran belum juga menemukan titik terang. Konflik di Timur Tengah, terutama agresi Israel terhadap Gaza , terus memicu kemarahan dunia. Di Asia Timur, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan membuat banyak pihak khawatir akan pecahnya konflik besar. Banyak analis mulai berani menyebut istilah yang dulu terasa tabu: Perang Dunia 3 . Dunia seperti berdiri di atas bara, hanya menunggu percikan kecil untuk berubah menjadi kobaran besar. Lalu pertanyaannya, sebagai Muslim, apa yang harus kita lakukan? 1. Jangan Panik, Perkuat Iman Dalam situasi global yang mencekam, kepanikan hanya akan memperburuk keadaan. Sejarah membuktikan bahwa umat Islam pernah melewati masa-masa jauh lebih sulit: penjajahan, perang saudara, hingga krisis ekonomi global. Yang pertama harus dilakukan adalah memperkuat tauhid dan keyakinan bahwa Allah adalah sebaik-baik pengatur s...

Dari Liang Lahat Hingga Kembali ke Tanah, Begini Proses Tahapan Jasad di Alam Kubur

  Tanyaislamyuk - Setelah manusia meninggal dunia, tubuh jasad akan mengalami proses alami yang tidak dapat dihindari. Semua yang dibanggakan semasa hidup—harta, jabatan, dan rupa akan hilang seiring berjalannya waktu. Inilah pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. 3 Hari Pada hari-hari awal, tubuh mulai mengalami perubahan fisik. Aliran darah berhenti dan tubuh mulai membiru serta membengkak sebagai bagian dari proses alami setelah kematian. 7 Hari Kulit mulai terkelupas dan proses pembusukan semakin terlihat. Bau tidak sedap muncul karena jaringan tubuh mulai terurai. 40 Hari Sebagian besar jaringan lunak mulai hancur. Beberapa organ masih tersisa, namun tidak lagi berfungsi sebagaimana saat hidup. 100 Hari Yang tersisa umumnya adalah rangka. Organ-organ telah membusuk dan kembali ke tanah. 1000 Hari Jasad telah menyatu dengan tanah, kecuali tulang ekor yang dalam keyakinan Islam disebut sebagai bagian yang tidak hancur. Renungan Apa pun yang kita banggakan di dunia a...

Mayit Bisa Merasakan Saat Ia Dimandikan, Disholatin, dan Dikuburkan?

  Tanyaislamyuk - Pertanyaan ini kerap muncul di tengah masyarakat, terutama ketika suasana duka menyelimuti keluarga yang ditinggalkan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah seseorang yang telah meninggal dunia masih bisa merasakan sentuhan air saat dimandikan, doa ketika disholatkan, atau tekanan tanah saat dikuburkan? Dalam ajaran Islam, kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan perpindahan dari alam dunia menuju alam barzakh. Hal ini merujuk pada keyakinan bahwa setelah ruh berpisah dari jasad, manusia memasuki fase kehidupan yang berbeda, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Apakah Mayit Masih Bisa Merasakan? Sebagian ulama merujuk pada beberapa hadis Nabi Muhammad ﷺ yang menyebutkan bahwa mayit dapat mendengar langkah kaki orang yang meninggalkannya setelah pemakaman. Riwayat ini terdapat dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muhammad melalui sahabat-sahabatnya, dan tercantum dalam kitab-kitab hadis seperti Sahih Bukhari dan Sahih Muslim . Namun, pa...

Saat Tarawih Menjadi Bid’ah Yang Paling Dicintai

  Tanyaislamyuk - Pernahkah kita merenung, mengapa Tarawih yang kita jalankan hari ini memiliki format yang begitu rapi, sangat berbeda dengan suasana sunyi di awal kemunculannya? Di suatu malam di Madinah, Rasulullah SAW pernah melakukan sebuah tindakan yang mengejutkan: beliau memilih "bersembunyi" di dalam kamarnya meski Masjid Nabawi sudah penuh sesak oleh jamaah yang menanti dengan antusiasme meluap. Nabi Muhammad SAW, dengan segala kearifannya, menahan diri bukan karena enggan memimpin, melainkan karena rasa cintanya yang melampaui zaman. Beliau berucap, "Aku takut shalat ini diwajibkan atas kalian, dan kalian tidak akan mampu melaksanakannya." Beliau memilih membatasi ruang publik saat itu demi melindungi umat masa depan yang mungkin lemah atau terbatas waktunya, agar ibadah ini tetap menjadi ruang sukarela yang menyejukkan, bukan beban hukum yang memberatkan. Namun, sejarah berputar. Di era Khalifah Umar bin Khattab, keresahan melihat jamaah yang terfragment...

Puluhan Artefak Peninggalan Nabi Muhammad SAW Dipamerkan Pemkab Bogor Selama Ramadhan. Ada Rambut Hingga Ekstrak Keringat Nabi

  Tanyaislamyuk - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar pameran artefak dan peninggalan barang Nabi besar Muhammad SAW, para sahabat di Laga Satria, Pakansari, Kabupaten Bogor. ‎"Kita disinggahi untuk melakukan pameran artefak dan barang-barang peninggalan Nabi besar Muhammad SAW dan para kerabatnya," kata Bupati Bogor, Rudy Susmanto kepada Radar Bogor, Jumat 20 Februari 2026. ‎ ‎Rudy mengatakan bahwa, pada bulan suci ramadhan ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi umat muslim baik yang ada di Bogor maupun luar Kabupaten Bogor. ‎Dengan begitu, kata dia, Pemkab Bogor mengadakan pameran bukan hanya mempersiapkan, namun juga menunggu persetujuan panitia dan takdir Allah SWT ‎hingga barang peninggalan berhasil dipamerkan. ‎ ‎"Maka pada saat ada di Kabupaten Bogor lokasinya disebelah Masjid Raya Nurul Wathon pelaksanaan satu bulan penuh sampai hari pertama hari raya idul fitri, kami persilahkan masyarakat untuk hadir untuk melihat untuk mengenal budaya dan sej...

Tanpa Dua Orang Non-Arab ini, Mungkin Agama Kita Hari ini Akan Dipenuhi Oleh Berita Bohong dan Kepalsuan

  Tanyaislamyuk - Hampir di setiap kajian, telinga kita akrab mendengar kalimat, " Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim ". Namun, pernahkah kita berpikir, bagaimana caranya sebuah kalimat yang diucapkan Nabi di padang pasir pada tahun 600-an Masehi bisa sampai ke tangan Imam Bukhari di tahun 800-an Masehi dengan utuh tanpa berubah satu huruf pun? Jaraknya ratusan tahun. Tanpa rekaman suara, tanpa internet. Inilah yang disebut keajaiban sistem Sanad (Rantai Periwayat). Bayangkan sebuah lomba lari estafet. Tongkat estafetnya adalah " Ucapan Nabi " (Matan). Pelarinya adalah para " Perawi " (Narrator). Tugas mereka sangat berat yaitu mengoper tongkat itu dari generasi ke generasi tanpa boleh menjatuhkannya, menggoresnya, atau mengubah warnanya sedikitpun. Begini alurnya : 1. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda di hadapan sahabat. 2. Sahabat (Generasi 1) mendengar dan menghafalnya di dalam kepala. 3. Sahabat mengajarkannya kepada Tabi'in (Generasi...

Tawaf di Puser Bumi yang Dikeramatkan di Gunung Jati. Sebuah Ritual Kesyirikan!

  Tanyaislamyuk - Thawaf adalah ibadah mahdhah yang tidak boleh dipersembahkan kecuali kepada Allah dan tidak boleh dilakukan kecuali di Ka‘bah. Ia bukan sekadar tradisi atau bentuk penghormatan, tetapi ibadah yang berdiri di atas tauhid. Allah Ta’ala berfirman: “Dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Ka‘bah).” (QS. Al-Hajj: 29) Berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu‘ al-Fatawa: “Barangsiapa bertawaf di kuburan para nabi atau orang shalih, maka itu termasuk kemungkaran yang besar. Bahkan thawaf adalah ibadah seperti shalat, tidak boleh dipalingkan kecuali kepada Allah.” Beliau juga menyatakan secara tegas bahwa: “Tidak boleh thawaf kecuali di Ka‘bah. Barangsiapa menjadikan selain Ka‘bah sebagai tempat thawaf, maka ia telah membuat syariat baru dalam agama yang tidak diizinkan Allah.” Jika thawaf itu dilakukan sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada penghuni kubur atau dengan keyakinan tempat tersebut memiliki kekhususan gaib, maka m...

Dulu Ka’bah Bukanlah Tempat Suci yang Sunyi, Melainkan “Museum Berhala” Paling Sesak di Dunia

Tanyaislamyuk - Hari ini, kita melihat Ka'bah berdiri gagah dengan kiswah hitamnya, dikelilingi jutaan manusia yang hanya menyeru satu nama yaitu Allah. Namun, 1400 tahun yang lalu, pemandangan disana sangatlah berbeda. Jauh lebih kelam, sesak, dan mistis. Orang Arab Jahiliyyah sebenarnya percaya pada Allah. Namun mereka merasa terlalu "kotor" untuk berdoa langsung. Mereka butuh perantara. Mereka butuh "orang dalam" untuk menyampaikan doa-doa mereka kepada Penguasa Langit. Maka diciptakanlah berhala-berhala itu. Bukan satu atau dua, melainkan ratusan. Mari kita berkenalan dengan "Para Petinggi" berhala yang pernah menguasai Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam. 1. Hubal (Si Raja Ka'bah) Ia adalah berhala paling sakti dan paling dihormati oleh kaum Quraisy. Posisinya istimewa yaitu di dalam Ka'bah. Wujud Hubal adalah patung manusia yang terbuat dari batu akik merah (carnelian). Tangan kanannya pernah patah, lalu diganti dengan emas murni oleh o...

Sama-sama Karnivora, Tapi Kenapa Anjing Najis Sedangkan Kucing Tidak?

  Tanyaislamyuk - Perdebatan ini kerap muncul di tengah masyarakat: sama-sama hewan pemakan daging, sama-sama hidup berdampingan dengan manusia, tapi mengapa dalam Islam anjing dianggap najis sementara kucing tidak? Pertanyaan ini bukan sekadar soal jenis makanan, melainkan berkaitan dengan dalil dan ketentuan fikih yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Dalil Tentang Anjing Dalam ajaran Islam, status najisnya anjing merujuk pada hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim . Disebutkan bahwa jika bejana dijilat anjing, maka harus dicuci tujuh kali dan salah satunya dengan tanah. Hadis ini menjadi dasar mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i dan Hambali bahwa air liur anjing tergolong najis berat (najis mughallazah). Bahkan dalam mazhab Syafi’i, seluruh tubuh anjing dihukumi najis. Artinya, penetapan ini bukan karena anjing karnivora, melainkan karena adanya dalil khusus (nash) yang menetapkannya. Dalil Tentang Kucing Berbeda dengan anji...

Destinasi Kesyirikan! Ritual Pengagungan Kuburan Yang Bukan Dari Ajaran Islam

  Tanyaislamyuk - Diantara fenomena yang terus berulang di tengah umat adalah praktik tabarruk (ngalap berkah) dan tawassul di kuburan orang-orang yang dianggap wali, termasuk kuburan Sunan Ampel. kuburan tersebut dihias layaknya pengantin. Fenomena ini patut dikritisi karena menyangkut perkara paling agung dalam Islam yaitu Tauhid. Berkah (al-barakah) adalah kebaikan yang banyak dan terus bertambah, dan sumber keberkahan hanyalah Allah. Allah berfirman: “Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala keberkahan.” (QS. Al-Mulk: 1) Tidak ada satu pun orang yang di anggap wali, maupun orang shalih yang memiliki keberkahan dzatiyyah (melekat pada dirinya) setelah wafatnya, apalagi kuburannya. Segala bentuk keyakinan bahwa tempat tertentu dapat mendatangkan berkah secara khusus tanpa adanya penjelasan wahyu adalah batil. Para sahabat adalah generasi yang paling cinta kepada Rasulullah. Namun, tidak pernah satu pun dari mereka yang mengambil berkah dari kuburan Beliau, apalagi dari kuburan se...

Raja Salman Kirim 100 Ton Kurma untuk Masyarakat Indonesia Menjelang Ramadhan

  Tanyaislamyuk - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menerima kiriman 100 ton kurma dari Raja Salman dari Arab Saudi yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia menjelang Ramadan. "Tahun ini mendapatkan kurma yang paling berkualitas baik, kurang lebih 100-90 ton," kata Menag dalam acara penyerahan kurma di Kementerian Agama, Jakarta, Rabu. Menag mewakili masyarakat Indonesia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi dan berjanji akan menyalurkan kurma tersebut kepada yang berhak. "Kementerian Agama Republik Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kerajaan Arab Saudi, yang setiap tahun selalu mengalokasikan bantuan kurma. Insya Allah, ini tentu kami akan teruskan kepada siapa yang paling berhak untuk mendapatkannya," ujarnya. Menurut Menag, kurma dari Arab Saudi memiliki makna khusus bagi masyarakat Indonesia karena menjadi menu pembuka puasa yang selalu dinantikan. "Asumsi masyarakat Indonesia terhadap kurma itu sebagai mak...

Kenalin, Syekh Ahmad Habbal. Ulama yang Baru Saja Melihat Dajjal, Imam Mahdi & Nabi Muhammad Dalam Satu Mimpi

  Tanyaislamyuk - Seorang ulama melihat Rasulullah ﷺ memimpin shalat di Masjid Nabawi dengan Imam Mahdi dan barisan orang-orang beriman. Di luar, Dajjal menunggu dengan tentaranya, tetapi tidak dapat menghancurkan masjid atau menyakiti orang-orang beriman. Kita harus bertanya kepada diri sendiri apakah kita siap untuk berdiri bersama Imam Mahdi atau rentan terhadap Dajjal. Persiapan Dajjal sudah menyebar di seluruh dunia, tetapi apa yang kita lakukan? Apakah kita siap untuk menghadapi ujian terbesar yang pernah dikenal manusia? Setiap shalat yang kita tinggalkan, dosa, dan ketidaktaatan dapat membuat kita jatuh ke dalam apa yang diinginkan oleh Dajjal. Jika kita tidak dapat meninggalkan hal-hal ini sekarang, bagaimana kita akan menghadapi ujian terbesar yang pernah dikenal manusia? Syekh Ahmad Habbal di Suriah mengatakan bahwa kita harus shalat seolah-olah itu adalah shalat terakhirmu. Suatu hari malaikat maut akan datang untukmu, dan pada hari itu, bukan harta atau keinginanmu yan...