Langsung ke konten utama

Destinasi Kesyirikan! Ritual Pengagungan Kuburan Yang Bukan Dari Ajaran Islam

 

Tanyaislamyuk - Diantara fenomena yang terus berulang di tengah umat adalah praktik tabarruk (ngalap berkah) dan tawassul di kuburan orang-orang yang dianggap wali, termasuk kuburan Sunan Ampel. kuburan tersebut dihias layaknya pengantin.

Fenomena ini patut dikritisi karena menyangkut perkara paling agung dalam Islam yaitu Tauhid.

Berkah (al-barakah) adalah kebaikan yang banyak dan terus bertambah, dan sumber keberkahan hanyalah Allah. Allah berfirman:
“Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala keberkahan.”
(QS. Al-Mulk: 1)

Tidak ada satu pun orang yang di anggap wali, maupun orang shalih yang memiliki keberkahan dzatiyyah (melekat pada dirinya) setelah wafatnya, apalagi kuburannya. Segala bentuk keyakinan bahwa tempat tertentu dapat mendatangkan berkah secara khusus tanpa adanya penjelasan wahyu adalah batil.

Para sahabat adalah generasi yang paling cinta kepada Rasulullah. Namun, tidak pernah satu pun dari mereka yang mengambil berkah dari kuburan Beliau, apalagi dari kuburan selain beliau. Jika tabarruk di kuburan adalah kebaikan, tentu para sahabat adalah orang pertama yang melakukannya.
Tawassul yang disyariatkan adalah:
Bertawassul dengan nama dan sifat Allah
Bertawassul dengan amal shalih
Bertawassul dengan doa orang shalih yang masih hidup.

Adapun tawassul dengan orang yang sudah mati, terlebih dengan mendatangi kuburannya, berdoa di sana, atau meyakini doanya lebih mustajab karena “kedekatan wali dengan Allah”, maka ini tidak pernah diajarkan Nabi, dan merupakan perbuatan syirik.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan.”
(HR. Abu Dawud)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...