Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mentri Agama

Menteri Agama: Boikot Produk Pro-Israel Bukan Solusi

  Tanyaislamyuk- Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai aksi boikot terhadap produk-produk yang dianggap pro-Israel bukanlah jalan keluar untuk mengatasi persoalan besar di Timur Tengah, termasuk agresi Israel di Gaza. Menurutnya, aksi boikot itu justru menimbulkan dampak negatif terhadap dunia usaha dan tenaga kerja di Indonesia. “Saat ada seruan boikot terhadap produk-produk pro-Israel, saya termasuk yang prihatin. Saya tahu persis apa yang sedang terjadi di sana. Boikot ini bukan jalan keluar,” kata Nasaruddin dalam acara silaturahmi bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Jumat, (13/3). Menag menyebut akibat boikot tersebut terdapat sekitar 3.000 karyawan di Indonesia yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari salah satu jaringan restoran cepat saji. “Ini berarti umat Islam dua kali rugi. Di sana dibantai, di sini di-PHK,” katanya.

Mau Nikah Tapi Nggak Punya Calon? Kementrian Agama Beri Solusinya

  Tanyaislamyuk - Fenomena banyaknya generasi muda yang ingin menikah namun belum memiliki calon pasangan menjadi perhatian serius Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo. Menjawab keresahan tersebut, Kemenag Solo menghadirkan sebuah solusi yang dinilai realistis, edukatif, dan tetap sesuai dengan nilai-nilai agama. Kepala Kemenag Kota Solo menyampaikan bahwa keinginan menikah di kalangan anak muda cukup tinggi, namun sering terbentur berbagai persoalan, mulai dari sulitnya menemukan pasangan yang sefrekuensi, tekanan ekonomi, hingga minimnya ruang pertemuan yang sehat dan syar’i. “Banyak yang datang ke kami curhat ingin menikah, tapi bingung mulai dari mana. Tidak sedikit yang sudah siap secara mental dan agama, tapi belum menemukan calon,” ujarnya. Sebagai solusi, Kemenag Solo mengoptimalkan program bimbingan pranikah dan kelas persiapan pernikahan yang terbuka untuk umum, termasuk bagi mereka yang belum memiliki pasangan. Dalam program ini, peserta tidak hanya dibekali pemah...

Sepak Terjang Yaqut Cholil Qoumas: Ternyata Mantan Menteri Agama Yang Korupsi Haji Tak Lulus Kuliah, Tapi Pernah Jadi Wakil Bupati, DPR 2 Kali & Menteri

  Tanyaislamyuk - Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tersangka dugaan korupsi kuota haji. Ia disebut membagikan 20.000 kuota haji tambahan tak sesuai ketentuan.  Kasus ini membuat banyak mata tertuju pada Yaqut. Kehidupan pribadi, kekayaan, hingga riwayat pendidikannya pun menjadi sorotan. Pendidikan Yaqut Cholil Qoumas dimulai dari SDN Kutoharjo pada 1981-1987. Ia kemudian melanjutkan sekolah menengah di SMPN II Rembang dan lulus pada 1990.  Yaqut lalu menyelesaikan sekolah menengah atas (SMA) di SMAN II Rembang. Dari informasi yang beredar, Yaqut sempat kuliah di Universitas Indonesia jurusan Sosiologi. Namun, ia tak menyelesaikan pendidikan sarjananya. Hal itu juga terbukti dari profil Yaqut yang diunggah Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pemilihan Legislatif 2019.  Meski hanya lulusan SMA, Yaqut menjalani karier politik yang cukup gemilang. Semuanya berawal dari ketertarikannya berorganisasi sejak muda.  Yaqut pernah dipercaya sebagai Ketua Dewan ...

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas Jadi Tersangka Korupsi Kuota haji

  Tanyaislamyuk - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait kuota dan penyelenggaraan ibadah haji pada periode 2023–2024. KPK melalui Wakil Ketua Fitroh Rohcahyanto dan Juru Bicara Budi Prasetyo memastikan bahwa proses penetapan status tersangka telah dilakukan dalam penyidikan kasus yang melibatkan manajemen kuota haji di lingkungan Kementerian Agama tersebut. Namun, hingga kini KPK belum merinci apakah Yaqut seorang diri atau bersama pihak lain ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini bermula dari penyelidikan yang dimulai pada 9 Agustus 2025, saat KPK menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan terkait dugaan penyelewengan dalam pembagian kuota haji yang diperoleh Indonesia dari Pemerintah Arab Saudi. Dalam investigasi awal, KPK bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menghitung potensi kerugian negara yang diperkirakan mencapai lebih dari...