Tanyaislamyuk - Fenomena banyaknya generasi muda yang ingin menikah namun belum memiliki calon pasangan menjadi perhatian serius Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo. Menjawab keresahan tersebut, Kemenag Solo menghadirkan sebuah solusi yang dinilai realistis, edukatif, dan tetap sesuai dengan nilai-nilai agama.
Kepala Kemenag Kota Solo menyampaikan bahwa keinginan menikah di kalangan anak muda cukup tinggi, namun sering terbentur berbagai persoalan, mulai dari sulitnya menemukan pasangan yang sefrekuensi, tekanan ekonomi, hingga minimnya ruang pertemuan yang sehat dan syar’i.
“Banyak yang datang ke kami curhat ingin menikah, tapi bingung mulai dari mana. Tidak sedikit yang sudah siap secara mental dan agama, tapi belum menemukan calon,” ujarnya.
Sebagai solusi, Kemenag Solo mengoptimalkan program bimbingan pranikah dan kelas persiapan pernikahan yang terbuka untuk umum, termasuk bagi mereka yang belum memiliki pasangan. Dalam program ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman soal rumah tangga, tetapi juga dipertemukan dalam ruang diskusi yang positif dan terarah.
Selain itu, Kemenag Solo juga mendorong peran penyuluh agama dan KUA untuk menjadi fasilitator yang membantu masyarakat membangun komunikasi yang sehat menuju pernikahan. Pendekatan ini dinilai lebih aman dibanding perkenalan bebas yang rawan konflik dan tidak terkontrol.
“Kami tidak menjodohkan secara langsung, tapi menciptakan ekosistem yang sehat. Dari situ, kalau ada kecocokan, silakan dilanjutkan secara baik dan sesuai aturan,” tambahnya.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya kalangan muda yang selama ini merasa tertekan oleh stigma “usia nikah” namun minim dukungan nyata. Banyak peserta mengaku merasa lebih tenang karena mendapatkan arahan yang jelas dan berbasis nilai agama.
Kemenag Solo berharap, langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membantu generasi muda membangun rumah tangga yang matang secara spiritual, emosional, dan sosial.
Di tengah meningkatnya angka keterlambatan pernikahan dan maraknya hubungan tanpa kepastian, solusi yang ditawarkan Kemenag Solo dinilai sebagai angin segar: menikah bukan sekadar soal cepat dapat calon, tapi tentang kesiapan dan proses yang benar.

Saya wilayah Sumbar apakah bisa ikutan program ini pak
BalasHapus