Tanyaislamyuk - Di banyak daerah di Pulau Jawa, terutama di pedesaan, budaya gotong royong dan saling membantu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat ada tetangga menikah, melahirkan, sakit, membangun rumah, hingga mengadakan syukuran, warga biasanya datang membawa sumbangan berupa uang, beras, gula, atau kebutuhan lainnya. Namun, bagi sebagian orang, tradisi ini perlahan berubah menjadi beban. Seorang warga Gunung Kidul membagikan keluh kesahnya mengenai kebiasaan tersebut. Menurutnya, hampir setiap minggu selalu ada saja acara yang mengharuskan warga mengeluarkan uang. Mulai dari kondangan, tahlilan, syukuran panen, khitanan, hingga acara yang menurutnya cukup unik. "Bahkan sapi tetangga yang baru lahiran saja dijenguk, terus orang-orang datang bawa uang atau hadiah." Ia mengaku sebenarnya memahami bahwa tujuan tradisi itu adalah untuk mempererat hubungan antarwarga. Tetapi ketika frekuensinya terlalu sering, kondisi ekonomi setiap keluarga tentu berbeda...
Tanyaislamyuk - Kaum Suku Tanjuang di Nagari Andiang, Kecamatan Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), membuang sepanjang adat seorang anggota kaum tersebut karena orang tersebut keluar dari Islam alias pindah agama. Salah satu anggota kaum Suku Tanjuang mengatakan bahwa pihaknya mengeluarkan surat pernyataan pembuangan sepanjang adat itu pada 12 Juni 2026 atas kesepakatan kaum. Ia menerangkan bahwa pihaknya mengeluarkan surat tersebut karena anggota kaumnya itu berkoar-koar di TikTok sudah pindah agama dan memeluk agama Kristen, tetapi masih menyebut nama kaum dan nagari tempatnya berasal. “Tindakan yang bersangkutan bertentangan secara mutlak dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, yaitu adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Karena dia sudah murtad, dia bukan lagi orang Minang dan bukan lagi anggota kaum Suku Tanjung,” ujar orang yang tidak ingin namanya disebutkan itu kepada Sumbarkita pada Senin (20/7/2026). Orang itu mengatakan bahwa wanita yang m...