Langsung ke konten utama

Belum Lama Mualaf, Willie Salim Kini Dipanggil “Gus” Karena Jadi Anak Angkat Kiai

 

Tanyaislamyuk - Kreator konten Willie Salim akhirnya mengungkap cerita di balik panggilan 'Gus' yang selama ini melekat pada namanya. 

Bukan sekadar sapaan dari penggemar, panggilan tersebut ternyata memiliki cerita tersendiri yang bermula dari kunjungannya ke Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, sekitar satu tahun lalu.

Willie mengungkapkan, saat pertama kali datang ke pesantren tersebut, dirinya mendapat sambutan khusus dari pengasuh pondok pesantren, KH. Imam Jazuli. 

Tak disangka, pertemuan tersebut kemudian membuat hubungan Willie dengan keluarga pesantren semakin dekat. 

“Lalu aku dijadikan anak angkat oleh Ayahanda KH. Imam Jazuli dan memberikan panggilan ‘Gus’,” tulis Willie Salim melalui Instagram, Selasa (18/8/2026).

Sejak saat itu, sapaan 'Gus Willie Salim' mulai digunakan dan akhirnya semakin dikenal publik. 

Willie pun kembali mengunjungi Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, untuk menghadiri sebuah acara.

“Setahun berlalu, hari ini aku kembali lagi ke sini. Sebuah panggilan yang awalnya sederhana, tapi sekarang jadi bagian dari perjalanan hidupku. Jadi, sekarang sudah tahu kan kenapa aku dipanggil Gus?” tulis Willie.

Willie mengaku senang bisa menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Bina Insan Mulia. Ia juga tidak mempermasalahkan sapaan 'Gus' yang kini begitu lekat dengan dirinya. 

Baginya, panggilan tersebut memiliki cerita personal karena berasal dari hubungan yang terjalin dengan KH. Imam Jazuli dan keluarga pesantren.

Perhatian publik terhadap panggilan tersebut semakin menarik jika melihat perjalanan spritiual Willie. Kabar dirinya menjadi mualaf mencuat pada Oktober 2025. 

Saat itu, Ustaz Derry Sulaiman mengungkap dalam sebuah siniar bahwa Willie Salim telah mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi memeluk agama Islam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...