Langsung ke konten utama

Rocky Gerung: Presidennya Omon-omon, Wapresnya Gak Bisa Ngomong, Menterinya Asal Ngomong, DPRnya Cuma Bisa Ngomong, Rakyatnya Dilarang Ngomong. Potret Negeri Wakanda

 

Tanyaislamyuk - Pernyataan-pernyataan tajam Rocky Gerung kembali menjadi bahan perbincangan publik. Gaya kritiknya yang dikenal lugas dan satir kerap menyasar cara pemerintah menjalankan kekuasaan, kualitas komunikasi pejabat negara, hingga ruang kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Salah satu ungkapan yang kemudian ramai dikaitkan dengan kritik terhadap kondisi politik Indonesia adalah gambaran tentang sebuah negeri yang para pejabatnya banyak berbicara, tetapi masyarakat justru merasa semakin sulit menyampaikan kritik.

Ungkapan tersebut juga memunculkan kembali istilah “omon-omon”, yang sebelumnya memang menjadi populer dalam perdebatan politik Indonesia. Istilah itu mencuat dalam debat Pilpres 2024 dan digunakan Prabowo Subianto ketika menanggapi kritik Anies Baswedan.

Kritik Terhadap Cara Pejabat Berkomunikasi

Kritik seperti “menterinya asal ngomong” pada dasarnya menggambarkan keresahan publik terhadap pernyataan pejabat yang dianggap tidak selalu sejalan dengan kondisi yang dirasakan masyarakat.

Di era media sosial, satu kalimat pejabat dapat dengan cepat menjadi viral. Pernyataan yang dianggap keliru, tidak tepat konteks, atau berbeda dengan kenyataan di lapangan dapat langsung diperdebatkan oleh masyarakat.

Karena itu, komunikasi pemerintah bukan sekadar persoalan berbicara kepada publik. Setiap pernyataan pejabat membawa konsekuensi karena dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

DPR dan Kritik “Cuma Bisa Ngomong”

DPR juga tidak luput dari kritik. Kalimat “DPR-nya cuma bisa ngomong” merupakan bentuk sindiran terhadap lembaga legislatif yang dianggap terlalu banyak menghasilkan pernyataan, tetapi sebagian masyarakat menilai hasil konkret yang dirasakan belum sebanding.

Namun, perlu dibedakan antara kritik terhadap kinerja anggota DPR secara umum dengan fakta bahwa DPR memang memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Perdebatan mengenai efektivitas fungsi tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Publik berhak menilai apakah wakil yang mereka pilih telah menjalankan mandatnya dengan baik.

Ketika Kritik Rakyat Menjadi Persoalan

Bagian paling serius dari gambaran “rakyatnya dilarang ngomong” sebenarnya berkaitan dengan kebebasan berpendapat.

Dalam demokrasi, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar. Masyarakat dapat menyampaikan ketidakpuasan terhadap kebijakan, mempertanyakan keputusan pejabat, maupun meminta pertanggungjawaban pemerintah.

Istilah “Wakanda” sendiri pernah digunakan dalam perdebatan politik Indonesia sebagai sindiran terhadap kondisi ketika masyarakat merasa perlu menggunakan istilah tertentu untuk mengkritik pemerintah. Pada debat capres 2024, istilah “Wakanda no more” juga pernah digunakan Anies Baswedan ketika berbicara mengenai kebebasan berpendapat dan negara hukum.

Antara Kritik, Satire, dan Fakta

Penting untuk memahami bahwa judul dan ungkapan seperti “presidennya omon-omon” atau “menterinya asal ngomong” merupakan bahasa kritik dan satire, bukan kesimpulan objektif mengenai seluruh pemerintahan.

Rocky Gerung memang dikenal sebagai pengamat yang kerap menggunakan bahasa tajam ketika menyampaikan kritik politik. Karena itu, pernyataan semacam ini lebih tepat dipahami sebagai sudut pandang atau kritik politik yang perlu dibaca dalam konteksnya.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pejabat yang pandai berbicara. Masyarakat juga membutuhkan kebijakan yang dapat diuji hasilnya, transparansi dalam pengambilan keputusan, serta ruang yang sehat untuk menyampaikan kritik.

Sebab, demokrasi bukan hanya tentang siapa yang boleh berbicara dari atas podium. Demokrasi juga tentang apakah suara masyarakat biasa tetap dapat terdengar ketika mereka mempertanyakan kekuasaan.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari satire “Potret Negeri Wakanda”: bukan tentang negara fiktif, melainkan tentang sindiran terhadap sebuah keadaan ketika semua orang ingin berbicara, tetapi tidak semua orang merasa benar-benar didengarkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...