Tanyaislamyuk - Thawaf adalah ibadah mahdhah yang tidak boleh dipersembahkan kecuali kepada Allah dan tidak boleh dilakukan kecuali di Ka‘bah. Ia bukan sekadar tradisi atau bentuk penghormatan, tetapi ibadah yang berdiri di atas tauhid.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling rumah yang tua itu (Ka‘bah).”
(QS. Al-Hajj: 29)
Berkata Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu‘ al-Fatawa:
“Barangsiapa bertawaf di kuburan para nabi atau orang shalih, maka itu termasuk kemungkaran yang besar. Bahkan thawaf adalah ibadah seperti shalat, tidak boleh dipalingkan kecuali kepada Allah.”
Beliau juga menyatakan secara tegas bahwa:
“Tidak boleh thawaf kecuali di Ka‘bah. Barangsiapa menjadikan selain Ka‘bah sebagai tempat thawaf, maka ia telah membuat syariat baru dalam agama yang tidak diizinkan Allah.”
Jika thawaf itu dilakukan sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada penghuni kubur atau dengan keyakinan tempat tersebut memiliki kekhususan gaib, maka menurut beliau itu adalah kesyirikan.
Berkata ibn al-Qayyim rahimahullah dalam Ighatsatul Lahfan, bahwa setan menghias-hiasi ibadah di kuburan dengan bentuk-bentuk ritual seperti thawaf, Istighatsah, Nadzar, sembelihan. Beliau menyebutnya sebagai jenis peribadatan kepada selain Allah.
Dalam manhaj salaf berlaku kaidah:
“Setiap ibadah yang dipalingkan kepada selain Allah adalah syirik.”
Thawaf adalah ibadah. Jika thawaf dilakukan Untuk mendekatkan diri kepada selain Allah,
Berkeyakinan bahwa tempat yang di thawafi membawa berkah, berharap tempat yang di thawafi menjadi sebab terkabulnya hajat.
Maka itu termasuk syirik akbar, karena telah memberikan bentuk ibadah kepada selain Allah.
“Dan janganlah engkau berdoa kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat kepadamu.”
(QS. Yunus: 106)
Maka, apa yang dilakukan orang-orang dalam video ini adalah perbuatan yang haram. Jika terpenuhi unsur-unsur kesyirikan Akbar didalam ritualnya, maka mereka keluar dari Islam.

Komentar
Posting Komentar