Langsung ke konten utama

Tanpa Dua Orang Non-Arab ini, Mungkin Agama Kita Hari ini Akan Dipenuhi Oleh Berita Bohong dan Kepalsuan

 

Tanyaislamyuk - Hampir di setiap kajian, telinga kita akrab mendengar kalimat, "Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim".
Namun, pernahkah kita berpikir, bagaimana caranya sebuah kalimat yang diucapkan Nabi di padang pasir pada tahun 600-an Masehi bisa sampai ke tangan Imam Bukhari di tahun 800-an Masehi dengan utuh tanpa berubah satu huruf pun?

Jaraknya ratusan tahun. Tanpa rekaman suara, tanpa internet.

Inilah yang disebut keajaiban sistem Sanad (Rantai Periwayat).

Bayangkan sebuah lomba lari estafet. Tongkat estafetnya adalah "Ucapan Nabi" (Matan). Pelarinya adalah para "Perawi" (Narrator).
Tugas mereka sangat berat yaitu mengoper tongkat itu dari generasi ke generasi tanpa boleh menjatuhkannya, menggoresnya, atau mengubah warnanya sedikitpun.

Begini alurnya :
1. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda di hadapan sahabat.
2. Sahabat (Generasi 1) mendengar dan menghafalnya di dalam kepala.
3. Sahabat mengajarkannya kepada Tabi'in (Generasi 2).
4. Tabi'in mengajarkannya kepada Tabi'ut Tabi'in (Generasi 3).
5. Sampailah kepada Imam Bukhari/Muslim (Generasi Pengumpul).

Jadi, Ketika Imam Bukhari menulis atau hadits, beliau tidak mengarang bebas. Beliau harus memastikan urutan nama-nama pelari estafet itu tersambung tanpa putus.
Contoh bunyi hadits di kitab beliau:

"Telah menceritakan kepada kami (Guru Bukhari) dari (Si Fulan), dari (Si Fulan), dari (Sahabat Nabi), bahwa Rasulullah bersabda..."

Runtutan nama inilah yang disebut Sanad. Jika satu nama hilang, hadits itu tertolak.

Tapi, sekedar "nyambung" saja tidak cukup.
Imam Bukhari dan Muslim menerapkan standar "Background Check" yang mengerikan bagi setiap orang yang Namanya masuk dalam rantai tersebut.
Mereka harus memenuhi syarat 'Adil dan Dhabit.

- 'Adil artinya orang tersebut harus shalih, jujur, tidak pernah berbohong seumur hidupnya, dan menjaga muruah (Harga diri).

- Dhabit artinya orang tersebut harus memiliki hafalan setajam silet (Photographic Memory). Sekali dengar, langsung hafal selamanya.

Jika ada satu saja perawi yang ketahuan pernah lupa, pernah berbohong (walau cuma bercanda), atau pernah makan sambil berjalan di pasar (dianggap kurang berwibawa), maka Imam Bukhari akan langsung mencore hadits darinya.
Beliau tidak mau mengambil resiko ucapan Nabi dikotori oleh orang yang tidak kredibel.

Disinilah peran raksasa Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari.

Beliau lahir di Bukhara, Uzbekistan. Bukan orang arab, tapi Allah memberinya ingatan fotografis.
Beliau rela menempuh perjalanan ribuan kilometer, menyebrangi lautan dan gurun pasir hanya untuk memverifikasi satu nama perawi.

Ada kisah legendaris tentang ketatnya standart beliau.
Suatu hari, beliau menemui seorang perawi hadits. Sesampainya disana, beliau melihat orang tersebut sedang memanggil kudanya dengan karung kosong (berpura-pura ada makanan agar kuda itu mendekat).
Melihat hal itu, Imam Bukhari langsung memutar badan dan langsung pulang.

Beliau berkata dalam hati: "Kepada hewan saja dia berani menipu, apalagi kepada ucapan Nabi?".
Hadits dari orang itu langsung ditolak (Blacklist).

Begitu mahal Harga sebuah kejujuran di mata Imam Bukhari. Dari 600.000 hadits yang beliau hafal, hanya sekitar 7.000-an yang lolos masuk ke kitab shahih-nya.

Lalu, ada sang murid jenius, Imam Muslim bin Al-Hajjaj.
Berasal dari Naisabur (iran), beliau adalah pengagum berat Imam Bukhari.
Jika Bukhari adalah sang perintis yang perfeksionis dalam validasi, maka Imam Muslim adalah ahli strategi yang menyempurnakan sistematika penulisan.

Hubungan guru-murid ini sangat romantis.
Pernah suatu Ketika, Imam Muslim mencium kening Imam Bukhari dan berkata:

"Biarkan aku mencium kakimu, wahai gurunya para guru, tuannya para ahli hadits, dan dokternya penyakit-penyakit hadits".

Mereka saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan.

Jika sahabat sering mendengar istilah "Muttafaqun 'Alaih" (disepakati oleh keduanya), itu adalah tingkatan hadits tertinggi di muka bumi.
Artinya, hadits tersebut telah lolos dari saringan super ketat Imam Bukhari dan verifikasi sistematis Imam Muslim. Ibarat emas, itu adalah emas 24 karat yang kemurniannya absolut.

Di balik karta besar ini, ada pengorbanan sunyi.
Imam Bukhari menulis kitabnya selama 16 tahun. Setiap kali hendak menuliskan satu hadits, beliau akan mandi, berwudhu, lalu shalat Istikharah dua rakaat.
Beliau tidak menulis tinta di atas kertas, kecuali hati beliau benar-benar yakin di hadapan Allah.

Maka, setiap kali kita membaca:
"Rasulullah bersabda..." di buku hadits, ingatlah perjalanan panjang kalimat itu.

Ia telah melewati ribuan kilometer, dijaga oleh hafalan para lelaki jujur, dan disaring oleh ketelitian Imam Bukhari dan Muslim.
Mereka adalah Penjaga Agama ini. Tanpa mereka, mungkin Islam yang sampai kepada kita hari ini hanyalah dongeng belaka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...