Tanyaislamyuk - Hari ini, kita melihat Ka'bah berdiri gagah dengan kiswah hitamnya, dikelilingi jutaan manusia yang hanya menyeru satu nama yaitu Allah.
Namun, 1400 tahun yang lalu, pemandangan disana sangatlah berbeda.
Jauh lebih kelam, sesak, dan mistis.
Orang Arab Jahiliyyah sebenarnya percaya pada Allah. Namun mereka merasa terlalu "kotor" untuk berdoa langsung.
Mereka butuh perantara. Mereka butuh "orang dalam" untuk menyampaikan doa-doa mereka kepada Penguasa Langit.
Maka diciptakanlah berhala-berhala itu. Bukan satu atau dua, melainkan ratusan.
Mari kita berkenalan dengan "Para Petinggi" berhala yang pernah menguasai Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam.
1. Hubal (Si Raja Ka'bah)
Ia adalah berhala paling sakti dan paling dihormati oleh kaum Quraisy. Posisinya istimewa yaitu di dalam Ka'bah.
Wujud Hubal adalah patung manusia yang terbuat dari batu akik merah (carnelian).
Tangan kanannya pernah patah, lalu diganti dengan emas murni oleh orang Quraisy saking hormatnya. Dihadapan Hubal inilah nasib seseorang ditentukan. Jika ada perang, pernikahan, atau keraguan nasab, mereka akan mengundinya dengan anak panah di depan sang dewa.
2. Isaf dan Na'ilah (Kekasih Terkutuk)
Kisah dua berhala ini paling tragis dan aneh. Letaknya di dekat sumur zam-zam.
Konon, Isaf dan Na'ilah adalah sepasang kekasih dari Yaman. Karena buta ileh nafsu, mereka nekat berzina di dalam Ka'bah. Seketika itu juga Allah mengutuk mereka menjadi batu.
Awalnya dua batu itu dipajang sebagai peringatan keras bagi warga Makkah:
"Jangan seperti mereka! Ini akibat menodai rumah Allah".
Namun seiring berjalannya Waktu dan kebodohan yang merajalela, patung peringatan itu justru disembah, diusap-usap dan dimintai berkah.
3. Trio Macan (Al-Latta, Al-Uzza & Manat)
Tiga nama ini sangat popular, bahkan disebut abadi dalam Al-Quran (Surah An-Najm). Mereka punya kuil sendiri dan penjaga khusus (Sadin).
Al-Latta (Si Pembuat Bubur) Lokasinya di Thaif. Wujudnya adalah batu putih persegi dengan ukiran.
Uniknya, menurut Ibnu Abbas r.a., Latta aslinya adalah seorang pria sholeh yang kerjanya mengaduk bubur gandum (sawiq) untuk jamaah haji.
Saat ia wafat, batu tempat ia biasa duduk dikeramatkan lalu disembah.
Al-Uzza (Si Paling Perkasa) Berlokasi di lembah Nakhlah. Wujudnya adalah tiga pohon samurah (sejenis akasia) dan sebuah bangunan rumah.
Ini adalah kesayangan Quraisy. Masih ingat teriakan Abu Sufyan saat perang uhud?
"Kami punya Uzza, sedangkan kalian tidak!".
Manat (Si Paling Tua) Berlokasi di Qudayd, dekat pantai laut merah.
Ini adalah sesembahan utama orang-orang Yatsrib (Madinah) dari suku Aus dan Khazraj sebelum masuk islam.
Ritual tahalul (cukur rambut) mereka setelah haji wajib dilakukan di depan Manat.
4. The Crowd (Pasukan 460)
Selain para "Bos" sebelumnya, pelataran Ka'bah dikepung oleh 360 berhala kecil dari berbagai bentuk dan ukuran.
Setiap kabilah Arab yang datang haji membawa "tuhan" mereka masing-masing dan menaruhnya disana.
Ka'bah saat itu benar-benar seperti museum berhala. Sesak oleh batu, kayu, dan takhayul.
Hingga akhirnya, datanglah hari pembersih itu.
The Great Purge (Pembersihan Besar-besaran)
Tahun 8 Hijriah. Rasulullah memasuki kota Makkah dengan damai dan kemenangan (Fathu Makkah).
Tujuan utama beliau satu, Menuju Ka'bah.
Beliau melakukan tawaf sambal menunggang untanya dengan sebuah busur panah atau tongkat kayu di tangannya.
Di hadapan 360 berhala yang mengepung rumah Allah itu, beliau tidak menyentuhnya dengan tangan. Beliau hanya menunjukkan dengan tongkat, sambil membaca firman Allah:
"Jaa al-Haqqu wa zahaqal baathil..."
"Telah datang kebenaran, dan hancurlah kebatilan. Sungguh, kebatilan itu pasti hancur". (QS. Al-Isra:81).
Keajaiban Terjadi
Setiap kali tongkat Nabi menunjuk ke arah sebuah berhala, patung itu langsung jatuh tersungkur. Hancur berkeping-keping.
Satu per satu tumbang tanpa perlawanan, tanpa daya.
Setelah bagian luar bersih, Nabi meminta kunci Ka'bah. Beliau masuk ke dalam, menghapus gambar-gambar di dindingnya dan menghancurkan Hubal sang Raja.
Operasi Khusus (Spesial OPS)
Namun tugas belum selesai. Trio Macan masih berdiri gagah diluar kota Makkah. Nabi mengirimkan para panglima terbaiknya:
1. Khalid bin Walid menebang habis pohon Uzza dan meratakan kuilnya di Nakhlah.
2. Amr bin Ash menghancurkan Suwa' di hadapan para penjaganya yang ketakutan.
3. Al-Mughirah bin Syu'bah meratakan Latta di Thaif, disaksikan oleh warga yang menangis histeris namun tak berani melawan.
hari itu, Jazirah Arab bersih total. Bukan hanya bersih dari batu dan kayu, tapi bersih dari ketergantungan hati kepada selain Allah.
Rasulullah membuktikan bahwa "Tuhan-tuhan" itu tidak bisa menolong dirinya sendiri, apalagi menolong penyembahnya.
Sejak saat itu hingga detik ini, tidak ada lagi nama yang diseur di sekeliling Ka'bah kecuali hanya nama Allah, Tuhan Semesta Alam.

Komentar
Posting Komentar