Gen Z di Desa Kini Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Kepedulian Terhadap Tetangga
Tanyaislamyuk - Bagi masyarakat desa, tradisi tahlilan memiliki posisi yang sangat penting. Perdebatan soal hukum agama terkait acara ini memang selalu ada. Sebagian masyarakat juga menilai acara ini membebani tuan rumah karena harus menyiapkan makanan.
Namun, bagi para tetua desa, tahlilan tetap dipertahankan karena alasan yang jauh lebih besar: ini adalah ruang pertemuan paling ampuh untuk merekatkan kerukunan.
Sayangnya, kebiasaan ini perlahan mulai bergeser. Anak-anak muda, khususnya Gen Z, perlahan menyingkir. Mereka lebih suka berdiam diri di kamar masing-masing. Kalaupun terpaksa datang karena didorong oleh orang tua, mereka biasanya hanya nongkrong di dapur bersama anak muda lainnya.
Perubahan gaya bersosialisasi ini mulai sering menjadi bahan obrolan para sesepuh desa. Sunar (40), Ketua Karang Taruna, adalah orang yang paling sering mendengar curhatan bapak-bapak soal kelakuan anak muda sekarang.
“Anak muda sekarang susah kalau disuruh duduk di depan. Padahal kumpul sesudah doa itu penting banget buat srawung,” kata Sunar.
“Kalau anak-anak muda ini terus-terusan bersembunyi di dapur dan main HP, tradisi kumpul warga ini lama-lama bisa mati sendiri,” tutup Sunar.
“Ada anak karang taruna yang sama sekali tidak tahu kalau tetangga masuk rumah sakit. Ya wajar saja dia nggak tahu, soalnya dia tidak pernah srawung. Informasi di desa itu bergeraknya ya dari obrolan sehabis yasinan ini,” imbuh Sunar.
Anak muda yang masih mau datang ke rumah duka biasanya memilih masuk lewat pintu samping, dan langsung menempatkan diri di dapur. Alasan utamanya terdengar mulia: ikut rewang atau membantu tuan rumah menyiapkan konsumsi.
Menurut Sunar, alasan membantu itu perlahan berubah fungsi menjadi sekadar tameng. Dulu, orang yang rewang di dapur tetap ikut mengobrol dan menyimak pembicaraan dari ruang depan. Sekarang, suasananya jauh berbeda.
“Boro-boro ikut tahlilan. Mereka merasa sudah gugur kewajiban karena ikut bantu bikin minum di belakang. Selesai bawa nampan ke depan, mereka langsung balik kanan ke dapur,” ungkapnya.

Komentar
Posting Komentar