Dilansir dari Reuters, serangan ini terjadi pada Sabtu (31/1/2026) di daerah Gaza yang dijadikan tempat pengungsian warga. Otoritas kesehatan setempat mengumumkan setidaknya 31 orang tewas dalam serangan ini. Pihak Israel mengaku sudah memberi peringatan akan adanya serangan ini. Serangan ini merupakan respon Israel terkait kemunculan 8 orang bersenjata sehari sebelumnya dari sebuah terowongan di Rafah. Tiga dari mereka terbunuh oleh pasukan Israel. Satu di antaranya ditahan dan dicurigai sebagai toh kunci Hamas. Kekerasan tersebut terjadi sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali Penyeberangan Rafah, yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir. Pembukaan Penyeberangan Rafah itu akan menjadi yang pertama sejak Mei 2024, menurut laporan tersebut. Sebelumnya, pada 14 Januari, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan tahap kedua dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Tahap tersebut akan berfokus pada transisi p...
Blog ini menyajikan tulisan seputar islam dan realitas umat di tengah zaman yang terus berubah