Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Lagi, Israel Serang Gaza, Sedikitnya 27 Orang Tewas Sejak Sabtu Pagi

  Dilansir dari Reuters, serangan ini terjadi pada Sabtu (31/1/2026) di daerah Gaza yang dijadikan tempat pengungsian warga. Otoritas kesehatan setempat mengumumkan setidaknya 31 orang tewas dalam serangan ini. Pihak Israel mengaku sudah memberi peringatan akan adanya serangan ini. Serangan ini merupakan respon Israel terkait kemunculan 8 orang bersenjata sehari sebelumnya dari sebuah terowongan di Rafah. Tiga dari mereka terbunuh oleh pasukan Israel. Satu di antaranya ditahan dan dicurigai sebagai toh kunci Hamas. Kekerasan tersebut terjadi sehari sebelum Israel dijadwalkan membuka kembali Penyeberangan Rafah, yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir. Pembukaan Penyeberangan Rafah itu akan menjadi yang pertama sejak Mei 2024, menurut laporan tersebut. Sebelumnya, pada 14 Januari, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, mengumumkan tahap kedua dari rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Tahap tersebut akan berfokus pada transisi p...

Seorang Warganet Akui Miris Melihat Hajatan di Kampungnya: “Kata Orang Itu Goyong Royong, Tapi Buat Keluargaku Itu Seperti Penjarahan Berkedok Rewang”

  Tanyaislamyuk - Sebuah unggahan warganet di media sosial mendadak ramai diperbincangkan setelah ia menceritakan pengalaman pahit keluarganya saat menggelar hajatan di kampung. Alih-alih merasakan semangat gotong royong, ia justru mengaku keluarganya seperti menjadi korban “penjarahan” yang dilegalkan atas nama tradisi rewang. Dalam unggahannya, warganet tersebut menuturkan bahwa sejak pagi hari, sejumlah warga berdatangan ke rumah keluarganya. Namun bukan untuk membantu tanpa pamrih, melainkan membawa pulang berbagai bahan makanan dan perlengkapan dapur hajatan, mulai dari beras, gula, minyak, hingga lauk mentah. “Katanya ini budaya gotong royong. Tapi yang kami rasakan justru seperti penjarahan berjamaah. Semua diambil, atas nama rewang,” tulisnya. Ia mengungkapkan, keluarganya harus menyiapkan bahan makanan dalam jumlah besar bukan hanya untuk keperluan acara, tetapi juga untuk “jatah pulang” para warga yang datang membantu. Akibatnya, biaya hajatan membengkak jauh dari pe...

Prabowo: Indonesia Siap Untuk Mengakui Zionis Israel dan Siap Untuk Menyumbang Pasukan Perdamaian Disana

  Tanyaislamyuk - Keputusan Presiden RI Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dengan Board of Peace kembali memicu perhatian publik. Di saat yang sama, video Prabowo saat bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka (28 Mei 2025) kembali viral. Dalam video tersebut, Prabowo menyatakan Indonesia siap mengakui Işґαει sebagai negara yang berdaulat, asalkan Işґαει juga mengakui Palestina. "Begitu Palestina diakui Israel, Indonesia siap mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik,” ujar Prabowo. Namun, pernyataan ini langsung menuai kritik keras dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh masyarakat, aktivis pro-Palestina, hingga pengamat hubungan internasional menilai pernyataan itu rawan disalahartikan dan bisa melukai perasaan publik Indonesia yang mayoritas masih solid mendukung Palestina. Pengamat politik luar negeri menyebut, jika benar Indonesia mengirim pasukan perdamaian, hal itu hanya mungkin dilakukan di bawah mandat PBB , bukan sebagai bentuk keber...

Rekor Baru! Korban Keracunan Soto Ayam MBG di Kudus Mencapai 600 Orang. Mau Sampai Kapan Seperti Ini Terus?

Tanyaislamyuk - Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Grtis atau MBG. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemkab Kudus per Kamis (29/1/2026), jumlah siswa yang mengalami keracunan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 118 orang. "Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit," kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus Mustiko Wibowo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026). Mustiko menjelaskan para siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus dilaporkan mulai mengalami gejala keracunan pada Rabu (28/1/2026). Kemudian, mereka dirujuk ke tujuh rumah sakit berbeda di Kabupaten Kudus. Rinciannya, di RSUD Loekmono Hadi Kudus ada 28 orang yang dirawat, RS Mardi Rahayu Kudus 22 orang, RS Sarkies Aisyiyah 19 orang, RSI Kudus 14 orang, RS Kumala Siwi 13 orang, RS Kartika 9 orang, dan RS Aisyiyah 13 orang. Wakil Kepala Sekolah ...

Ustadz Deni, Guru Ngaji yang mengajar 85 Murid Tanpa Dibayar Sepersenpun, Sering Berpuasa dan Menahan Lapar Karena Kesulitan Ekonomi

  Tanyaislamyuk - Sebagian orang meyakini, kebaikan akan meninggalkan jejak keberkahan bagi setiap orang yang tulus membantu sesama. Kini, linimasa media sosial (medsos) sedang hangat memperbincangkan kisah seorang ustaz atau guru ngaji bernama Deni yang tinggal di daerah Ciparay, Kabupaten Bandung. Dalam unggahan Instagram @lambegosiip, pada Kamis, 29 Januari 2026, disebutkan, sang ustad berada dalam kediamannya pada sebuah gang sempit di Ciparay. "Langkah kaki Ustad Deni mungkin terlihat berat sebagai buruh serabutan dengan upah tak seberapa, namun semangatnya tak pernah goyah saat tiba waktunya mengajar," tulis postingan itu. Ikhlas Mengajar Ngaji bagi 85 Muridnya Dalam postingan tersebut, terungkap Deni hampir terusir dari kediamannya lantaran terlilit hutang. Dengan upaya dan doa, sang ustaz dikenal konsisten mengajarkan 85 anak muridnya untuk senantiasa meningkatkan semangat mereka dalam mengaji Al-Quran. "Di dalam kontrakan kecil yang pernah hampir membuatnya teru...

Benarkah Setan Akan Merasa Kepanasan Jika Mendengar Suara Adzan?

  Tanyaislamyuk - Di tengah masyarakat Muslim, beredar keyakinan bahwa setan akan merasa kepanasan, tersiksa, bahkan lari tunggang-langgang ketika mendengar suara adzan . Keyakinan ini sering disampaikan dalam ceramah, pengajian, hingga obrolan sehari-hari. Namun, benarkah hal tersebut memiliki dasar dalam ajaran Islam? Dalil Hadis: Setan Lari Saat Adzan Keyakinan tersebut tidak sepenuhnya tanpa dasar. Dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila adzan dikumandangkan, setan lari terbirit-birit sambil kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan.” (HR. Muslim) Hadis ini secara jelas menyebutkan bahwa setan menjauh ketika adzan dikumandangkan , karena adzan adalah seruan tauhid yang mengagungkan Allah SWT. Kepanasan Secara Harfiah atau Simbolik? Namun, para ulama menjelaskan bahwa tidak ada keterangan eksplisit dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih yang menyebutkan setan “merasa panas” secara fisik saat mendengar adzan. Menurut penjelasan par...

Rentenir yang Tidak Punya Izin di Tahun 2026 Bisa Dipenjara 1 Tahun atau Denda Rp50 Juta, Ini Bunyi Pasal 273 KUHP

  Tanyaislamyuk - Pemerintah semakin serius memberantas praktik rentenir ilegal yang selama ini meresahkan masyarakat. Mulai tahun 2026 , pelaku usaha pinjam-meminjam uang tanpa izin resmi terancam pidana penjara hingga 1 tahun atau denda maksimal Rp50 juta . Ketentuan ini diatur dalam Pasal 273 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru . Pasal tersebut menegaskan bahwa setiap orang yang menjalankan usaha pemberian pinjaman atau pembiayaan tanpa izin dari otoritas berwenang dapat dipidana. Aturan ini menjadi landasan hukum baru untuk menindak praktik rentenir yang kerap menjerat korban dengan bunga tinggi, intimidasi, hingga kekerasan psikis. Menutup Celah Rentenir Berkedok Pinjaman Cepat Selama ini, banyak rentenir beroperasi dengan berbagai kedok, mulai dari pinjaman harian , bank keliling , hingga pinjaman cepat tanpa syarat . Mereka menyasar masyarakat kecil yang kesulitan mengakses lembaga keuangan resmi. Dengan berlakunya KUHP baru pada 2026, praktik semacam ini tida...

Membongkar Alasan Kenapa Tidak Shalat Jum’at 3 Kali Berturut-turut Dianggap “Kematian Sosial”

  Tanyaislamyuk - Secara teologis, aturannya tegas. Hadis Nabi memperingatkan, "Siapa yang meninggalkan shalat Jum'at 3 kali karena meremehkannya (tahawun), maka Allah akan menutup hatinya". Tapi tunggu, "penunggu hati" (khatam) ini bukan cuma soal spiritual. Dalam kacamata sosial, ini adalah simbol Eksklusi Sosial. Orang tersebut dianggap telah kehilangan sinyal moral untuk terhubung dengan komunitasnya. Pertanyaannya, Kenapa 3? bukan 2 atau 4?. Ilmuwan sosial Georg Simmel punya jawabannya. - Absen 1-2 kali: masih dianggap kebetulan atau kecelakaan. - Absen 3 kali: Ini adalah pola. Dalam ilmuan sosial, angkat 3 adalah ambang batas dimana perilaku bukan lagi dianggap kekhilafan, tapi sudah jadi karakter. Masyarakat tidak lagi melihatmu sebagai orang yang kebetulan tidak shalat, tapi orang yang tidak shalat. Menurut Emile Durkheim, ritual baren-bareng (seperti jumatan) itu fungsinya "mengecas" energi solidaritas (Collective Effervescence). Kalau kamu ab...

Badan Gizi Nasional Targetkan di Tahun 2026 Tidak Akan Ada Lagi Kasus Keracunan MBG dan Yang Garansi itu Allah SWT

  Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan nol kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Meski mengakui tak bisa menjamin sepenuhnya bebas insiden, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan pihaknya terus memperketat pengawasan. Ia menyebut kasus gangguan pencernaan yang sempat ramai di awal pelaksanaan MBG kini menurun drastis sejak Agustus–September 2025, bahkan hampir tak terdengar lagi pada Desember berkat perbaikan sistem. “Kalau menggaransi itu Allah yang garansi ya, tapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir. Alhamdulillah dari bulan September, Agustus–September yang luar biasa (kasusnya), Anda melihat kan makin ke sini makin berkurang,” ucap Nanik. Untuk mengejar target tersebut, BGN menerapkan standar higienitas yang jauh lebih ketat di seluruh Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG). Temuan bakteri E. coli pada sumber air menjadi sorotan utama, sehingga penggunaan air tanah dan air keran dilarang, diganti air galon bermer...

Geger! Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut Banyak Anggota Dewan Pakai Ijazah Paket C

  Tanyaislamyuk - Dilansir dari Tempo.co, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeluarkan pernyataan yang cukup menarik perhatian soal latar belakang pendidikan para pejabat di Indonesia. Mu'ti mengungkapkan bahwa ternyata banyak anggota dewan, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang merupakan lulusan pendidikan nonformal alias pemegang ijazah Paket C. Hal ini disampaikan sebagai bukti kalau jalur pendidikan kesetaraan sebenarnya punya kekuatan hukum yang sama dan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau dianggap sebagai "pendidikan kelas dua". Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan mengenai kualitas pendidikan nasional, di mana Mu'ti menekankan bahwa jalur nonformal seperti Paket C adalah solusi nyata bagi mereka yang tidak bisa menempuh jalur sekolah reguler karena berbagai faktor. Menurutnya, keberhasilan para lulusan Paket C menembus kursi parlemen membuktikan kalau standar kompetensi pendidikan kesetaraan sudah memenuhi...

Aplikasi UpScrolled Milik Orang Palestina Menjadi Aplikasi Media Sosial Nomor 1 di App Store AS

  Tanyaislamyuk - Platform media sosial milik keturunan Palestina, UpScrolled, berhasil menyalip Instagram dan menjadi aplikasi nomor satu di App Store. Popularitas UpScrolled melonjak seiring bermasalahnya TikTok di Amerika Serikat. Banyak pengguna TikTok berbondong-bondong berpindah, hingga lonjakan pengguna baru sempat membuat server UpScrolled tumbang. Sosok pendirinya, Issam Hikazi, turut jadi sorotan. Pria berdarah Palestina, Yordania, dan Australia ini pernah berkarier di IBM dan Oracle. Ia mulai mengembangkan UpScrolled pada 2023, berangkat dari kegelisahannya terhadap maraknya misinformasi dan praktik moderasi yang tidak adil. UpScrolled membawa janji “no censorship, no shadowban, no agenda”, dengan peluang tampil yang setara bagi semua unggahan—kecuali konten yang melanggar hukum, mengandung ujaran kebencian, atau perundungan. Di tengah keresahan publik terhadap platform besar, UpScrolled kini dilihat sebagai alternatif baru yang lebih adil dan memberi ruang bagi suara-su...

Ketika Seorang Filsuf Muslim 1000 Tahun Lalu Membunuh Domba Tanpa Menyentuhnya Sama Sekali

  Tanyaislamyuk - Bukan dengan sihir, bukan dengan racun. Hanya dengan satu hal: Ketakutan yang dipelihara setiap hari. Ibnu Sina menempatkan dua domba dalam kendang terpisah. Makanan sama, air sama, semua identik. Yang membedakan: Domba pertama bisa melihat serigala di kendang sebelah. Domba kedua tidak. Tiga puluh hari kemudian, domba pertama mati. Bukan karena diterkam, tapi karena stres. Serigala itu tidak pernah menyentuh domba, tidak pernah mengaum, tidak pernah menatap balik. Tapi setiap pagi, domba itu bangun dengan ancaman yang tidak terlihat. Setiap malam tidur dengan ketidakpastian. Ibnu Sina membuktikan: yang membunuh bukanlah musuh, tapi bayangan musuh itu di kepala kita. Domba kedua? Ia gemuk, sehat, dan hidup lebih lama. Padahal makanannya sama persis. Perbedaanya hanya satu: ia tidak tahu bahwa serigala itu ada. Ibnu Sina menunjukkan: ketidaktahuan bisa menjadi berkat. Ketakutan bisa menjadi kutukan. Serigala itu bukan hanya serigala. Ia adalah tagihan yang belum ja...

Islam Agama dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia, Dunia Terkejut! Ini Fakta yang Jarang Diungkap

  Tanyaislamyuk - Islam kembali menggemparkan dunia. Di saat banyak agama mengalami penurunan pemeluk, Islam justru melaju pesat dan dinobatkan sebagai agama dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Fenomena ini membuat banyak peneliti, pengamat global, hingga media Barat angkat alis. Apa sebenarnya yang membuat Islam terus tumbuh, bahkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim? Bukan Karena Perang, Ini Faktanya Selama ini Islam kerap dituding menyebar lewat konflik. Namun data justru menunjukkan sebaliknya. Pertumbuhan Islam lebih banyak didorong oleh faktor alami: kelahiran, regenerasi, dan pilihan sadar individu yang memeluk Islam setelah mempelajarinya secara mendalam. Angka Kelahiran Umat Muslim Bikin Dunia Tak Siap Negara-negara dengan populasi Muslim besar memiliki tingkat kelahiran tertinggi di dunia. Ditambah dengan usia umat Islam yang relatif muda, laju pertumbuhan ini membuat jumlah Muslim global melonjak drastis dari tahun ke tahun. Mualaf di Barat Me...

Gagal Padi, Terbitlah Sawit! Ambisi Food Estate di Papua Selatan: 2,29 Juta Hektar Hutan Diubah Demi B50

  Tanyaislamyuk - Pernah bayangin nggak, cara paling gampang buat ngilangin istilah "penebangan hutan" adalah dengan ganti arti kata di kamus? Itulah yang terjadi sekarang. Sawit resmi disebut sebagai "pohon", jadi kalau hutan dibabat buat sawit, pemerintah bisa klaim nggak ada deforestasi. Jenius atau miris? Di Papua Selatan, ambisi swasembada pangan seluas 2,29 juta hektar lagi jalan tanpa rem. Ribuan ekskavator dikirim buat ubah rawa jadi sawah, tapi alam nggak bisa didikte. Padi gagal tumbuh, dan solusinya? Tanam sawit buat kejar target Biofuel B50. 2.000 eskavator dikirim oleh pengusaha Haji Islam ke Distrik Wanam sebelum kajian lingkungan terbit. Hasilnya? Mesin-mesin dari Cina itu tak berdaya mengubah rawa menjadi sawah. Ribuan alat berat kini menjadi rongsokan saksi biru kegagalan. Ini bukan pertama kalinya. Ingat "Food Estate" singkong di Kalimantan Tengah yang gagal total tapi tetap diklaim sukses di panggung debat? Sekarang, skenario yang sama l...

Menteri Kesehatan Budi Sadikin Prediksi 28 Juta Warga RI Alami Gangguan Jiwa

  Tanyaislamyuk - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan prediksi yang mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan: sekitar 28 juta warga Indonesia diperkirakan mengalami gangguan kesehatan jiwa dengan tingkat keparahan yang beragam. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental telah menjadi masalah serius dan masif di Tanah Air. Menurut Budi, gangguan jiwa tidak lagi bisa dipandang sebagai isu pinggiran atau sekadar masalah pribadi, melainkan krisis kesehatan nasional yang dampaknya langsung menyentuh produktivitas, ekonomi, hingga stabilitas sosial masyarakat. “Masalah kesehatan mental ini skalanya besar. Kalau tidak ditangani serius, dampaknya bukan hanya ke individu, tapi ke bangsa,” ujar Budi dalam salah satu forum kesehatan nasional. Mayoritas Tak Terdeteksi dan Tak Tertangani Kementerian Kesehatan mencatat, sebagian besar penderita gangguan jiwa di Indonesia tidak terdiagnosis dan tidak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai . Faktor keterb...

Kenapa Negara Memilih Memberi Makan, Daripada Mencerdaskan Kehidupan Bangsanya?

  Tanyaislamyuk - Di banyak negara berkembang termasuk Indonesia, kebijakan negara kerap lebih menonjolkan program bantuan pangan, subsidi langsung, dan bansos, ketimbang investasi serius pada pendidikan dan pencerdasan jangka panjang. Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa negara lebih sibuk “memberi makan” rakyatnya daripada mencerdaskan kehidupan bangsanya? Jawabannya tidak sesederhana alasan kemanusiaan. Stabilitas Jangka Pendek Lebih Menguntungkan Memberi makan rakyat berarti menjaga perut tetap kenyang, emosi tetap tenang, dan potensi gejolak sosial bisa ditekan. Dalam logika kekuasaan, rakyat yang lapar lebih berbahaya dibanding rakyat yang bodoh. Pendidikan membutuhkan waktu panjang untuk menghasilkan perubahan, sementara program pangan memberi dampak instan dan mudah dipamerkan sebagai “keberhasilan negara”. Beras murah hari ini jauh lebih cepat menaikkan popularitas ketimbang sekolah berkualitas yang hasilnya baru terasa 10–20 tahun ke depan. Rakyat Kenyan...

Tok! Thomas Djiwandono Yang Juga Keponakan Prabowo Terpilih Sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

  Parlemen akhirnya mengetuk palu. Komisi XI DPR RI memilih Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk lima tahun ke depan. Keputusan ini lahir dari rapat internal tertutup, dan akan segera disahkan di Paripurna. Di balik proses cepat itu, pasar mulai bertanya: ada apa di balik pergantian mendadak ini? Nama Thomas langsung jadi sorotan karena bukan figur sembarangan. Ia adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Juda Agung yang mundur tiba-tiba. Skema “tukar posisi” antara lini fiskal dan moneter ini memicu kekhawatiran tersendiri, terutama soal jarak antara bank sentral dan kekuasaan politik yang selama ini dijaga ketat. Akademisi pun angkat suara. Guru Besar Universitas Airlangga menilai langkah ini berpotensi memicu respons negatif pelaku pasar. Isunya bukan soal kapasitas semata, melainkan persepsi. Di dunia keuangan, persepsi sering kali bergerak lebih cepat daripada data, dan efeknya bisa terasa ke nilai tukar, obligasi...

Hancur Karena Fitnah: Pedagang Es Gabus Dituding Pakai Spons Oleh Anggota TNI-Polri & Dianiaya

  Tanyaislamyuk - Seorang pedagang es gabus atau es kue jadul di Kota Depok, Jawa Barat, mendapat perlakuan represif dari oknum aparat lantaran dituduh menjual es berbahan spons. Peristiwa itu viral di media sosial hingga memantik reaksi publik lantaran tindakan oknum tersebut dinilai sewenang-wenang terhadap rakyat kecil tanpa bukti kuat. Dalam video tersebut, dua orang pria yang diduga oknum aparat menuding dagangan es tersebut mengandung spons atau kapas. Akibat aksi tersebut, pedagang mengalami luka fisik, trauma, dan kerugian materi. Pedagang es, Sudrajat menuturkan, peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pagi. Saat sedang berjualan, ia dihampiri sekitar lima orang yang langsung mempertanyakan asal-usul dan bahan dasar es kue miliknya. Dalam rekaman video, salah satu oknum tampak memegang es tersebut lalu membakarnya untuk membuktikan tudingan bahwa es itu mengandung bahan sintetis berbahaya. Ironisnya, meski es tersebut terlihat meleleh layaknya es pada umumny...

Oknum Pimpinan Ponpes Diduga Lecehkan Ustadzah dan Santriwati di Loteng

Tanyaislamyuk - Pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga memerkosa seorang ustazah secara berkala sejak masih berstatus santriwati. Bukti dugaan pemerkosaan tersebut telah dipegang Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram) dalam bentuk rekaman audio. "Rekaman itu berisi pengakuan ustazah tentang perbuatan terduga pelaku. Rekaman itu ada dan sudah beredar," kata Ketua BKBH Unram, Joko Jumadi, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026. Ia menjelaskan, untuk menutupi perbuatannya, terduga pelaku yang merupakan pimpinan pondok pesantren bergelar 'tuan guru' memaksa korban untuk bersumpah "nyatok". Korban juga diminta meminum air campur tanah dari makam yang dikeramatkan. Dari hasil tindak lanjut penanganan BKBH Unram, jumlah korban melebihi satu orang. Hal itu terungkap dari keterangan lima santriwati yang mendatangi pihak BKBH Unram, Selasa, 13 Januari 2026. Salah seo...

Negara Mayoritas Muslim Tapi Pejabatnya Korup?

  Tanyaislamyuk - Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Nilai-nilai agama hidup di ruang publik, simbol religius mudah ditemui, dan isu moral kerap menjadi komoditas politik. Namun di balik identitas tersebut, satu ironi terus berulang: kasus korupsi justru melibatkan banyak pejabat negara. Data penegakan hukum menunjukkan korupsi bukan kejahatan pinggiran. Dari kepala daerah, anggota legislatif, pejabat kementerian, hingga aparat penegak hukum, daftar tersangka terus bertambah dari tahun ke tahun. Ironisnya, sebagian dari mereka tampil religius di hadapan publik, bahkan menjadikan citra agamis sebagai tameng politik. Dalam ajaran Islam, korupsi adalah dosa besar. Mengkhianati amanah, memakan harta haram, dan menyengsarakan rakyat termasuk kejahatan moral yang berat. Namun di Indonesia, ajaran tersebut kerap berhenti sebagai slogan. Agama hadir kuat dalam seremoni dan pidato, tetapi lemah saat berhadapan dengan kekuasaan dan uang. Pengamat me...

Miris! Puluhan Anak Di Wonogiri Menikah Dini: Gara-gara Hamil Duluan, Ada Pula Yang Digrebek Warga

  Tanyaislamyuk - Puluhan perkawinan dini terjadi di Wonogiri sepanjang 2025. Hal itu diketahui dari data perkara dispensasi kawin yang diterima Pengadilan Agama (PA) Wonogiri. Dimana sepanjang 2025 ada puluhan perkara yang diterima PA Wonogiri. "Di 2025 ada 58 perkara dispensasi kawin yang masuk," ujar Humas PA Wonogiri Alfajar Nugraha mewakili Ketua PA Wonogiri Nur Hamid, Senin (12/1/2025). Alasan dispensasi kawin mayoritas karena anak hamil duluan. Selain itu, imbuh Fajar, pihaknya juga pernah menemukan adanya perkara karena anak di bawah umur sudah tinggal bersama satu atap. "Artinya dari pihak keluarga sudah membiarkan mereka tinggal bersama dalam waktu beberapa bulan. Mungkin tradisi tunggon (menunggui anak sebelum akhirnya menikah) itu," kata dia. Alasan lainnya, ada juga yang digerebek warga sehingga warga mendesak untuk dilakukan pernikahan. Itu menurut Fajar juga menjadi pengaruh diajukannya dispensasi kawin. Berdasarkan catatan radarsolo.jawapos.com, perk...