Langsung ke konten utama

Geger! Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut Banyak Anggota Dewan Pakai Ijazah Paket C

 

Tanyaislamyuk - Dilansir dari Tempo.co, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeluarkan pernyataan yang cukup menarik perhatian soal latar belakang pendidikan para pejabat di Indonesia. Mu'ti mengungkapkan bahwa ternyata banyak anggota dewan, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang merupakan lulusan pendidikan nonformal alias pemegang ijazah Paket C. Hal ini disampaikan sebagai bukti kalau jalur pendidikan kesetaraan sebenarnya punya kekuatan hukum yang sama dan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata atau dianggap sebagai "pendidikan kelas dua".

Pernyataan ini muncul di tengah pembahasan mengenai kualitas pendidikan nasional, di mana Mu'ti menekankan bahwa jalur nonformal seperti Paket C adalah solusi nyata bagi mereka yang tidak bisa menempuh jalur sekolah reguler karena berbagai faktor. Menurutnya, keberhasilan para lulusan Paket C menembus kursi parlemen membuktikan kalau standar kompetensi pendidikan kesetaraan sudah memenuhi kriteria untuk menjadi pemimpin rakyat. Namun, di sisi lain, hal ini juga jadi pengingat buat Kemendikdasmen untuk terus memperketat pengawasan dan kualitas proses ujiannya supaya ijazah tersebut benar-benar mencerminkan kemampuan intelektual pemiliknya, bukan cuma sekadar syarat administrasi buat nyaleg.
Fenomena banyaknya anggota dewan lulusan Paket C ini seolah menampar stigma masyarakat yang selama ini hobi mendewakan sekolah formal favorit. Meskipun begitu, publik tetap kritis menyoroti apakah latar belakang pendidikan ini berpengaruh pada kualitas kebijakan yang mereka hasilkan atau tidak. Jadi, buat lo yang masih sekolah formal tapi cuma buat numpang tidur, mending sadar diri sebelum posisi lo disalip sama mereka yang lebih serius di jalur kesetaraan.

Gimana menurutmu?
apakah ijazah Paket C emang sudah cukup buat jadi modal mimpin rakyat, atau harusnya syarat pendidikan anggota dewan diperketat lagi?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...