Tanyaislamyuk - Bukan dengan sihir, bukan dengan racun. Hanya dengan satu hal: Ketakutan yang dipelihara setiap hari.
Ibnu Sina menempatkan dua domba dalam kendang terpisah. Makanan sama, air sama, semua identik. Yang membedakan: Domba pertama bisa melihat serigala di kendang sebelah. Domba kedua tidak.
Tiga puluh hari kemudian, domba pertama mati. Bukan karena diterkam, tapi karena stres. Serigala itu tidak pernah menyentuh domba, tidak pernah mengaum, tidak pernah menatap balik. Tapi setiap pagi, domba itu bangun dengan ancaman yang tidak terlihat. Setiap malam tidur dengan ketidakpastian.
Ibnu Sina membuktikan: yang membunuh bukanlah musuh, tapi bayangan musuh itu di kepala kita.
Domba kedua? Ia gemuk, sehat, dan hidup lebih lama. Padahal makanannya sama persis. Perbedaanya hanya satu: ia tidak tahu bahwa serigala itu ada.
Ibnu Sina menunjukkan: ketidaktahuan bisa menjadi berkat. Ketakutan bisa menjadi kutukan.
Serigala itu bukan hanya serigala. Ia adalah tagihan yang belum jatuh tempo. Ia adalah ucapan bos yang menyakitkan. Ia adalah masa depan yang tidak pasti. Kita semua punya serigala di kendang sebelah. Kadang ia Bernama toxic relationship. Kadang ia Bernama pekerjaan yang membunuh perlahan.
Pertanyaannya: Berapa lama kita akan membiarkannya mengendalikan tubuh kita?.
Eksperimen ini tertulis dalam buku Ibnu Sina yang terlupakan: "Concerning the Soul". Di dalamnya, ia menjelaskan bahwa jiwa manusia bisa membunuh tubuhnya sendiri atau menyembuhkannya.

.jpg)
Komentar
Posting Komentar