Langsung ke konten utama

Ketika Seorang Filsuf Muslim 1000 Tahun Lalu Membunuh Domba Tanpa Menyentuhnya Sama Sekali

 

Tanyaislamyuk - Bukan dengan sihir, bukan dengan racun. Hanya dengan satu hal: Ketakutan yang dipelihara setiap hari.

Ibnu Sina menempatkan dua domba dalam kendang terpisah. Makanan sama, air sama, semua identik. Yang membedakan: Domba pertama bisa melihat serigala di kendang sebelah. Domba kedua tidak.

Tiga puluh hari kemudian, domba pertama mati. Bukan karena diterkam, tapi karena stres. Serigala itu tidak pernah menyentuh domba, tidak pernah mengaum, tidak pernah menatap balik. Tapi setiap pagi, domba itu bangun dengan ancaman yang tidak terlihat. Setiap malam tidur dengan ketidakpastian.

Ibnu Sina membuktikan: yang membunuh bukanlah musuh, tapi bayangan musuh itu di kepala kita.

Domba kedua? Ia gemuk, sehat, dan hidup lebih lama. Padahal makanannya sama persis. Perbedaanya hanya satu: ia tidak tahu bahwa serigala itu ada.

Ibnu Sina menunjukkan: ketidaktahuan bisa menjadi berkat. Ketakutan bisa menjadi kutukan.

Serigala itu bukan hanya serigala. Ia adalah tagihan yang belum jatuh tempo. Ia adalah ucapan bos yang menyakitkan. Ia adalah masa depan yang tidak pasti. Kita semua punya serigala di kendang sebelah. Kadang ia Bernama toxic relationship. Kadang ia Bernama pekerjaan yang membunuh perlahan.

Pertanyaannya: Berapa lama kita akan membiarkannya mengendalikan tubuh kita?.
Eksperimen ini tertulis dalam buku Ibnu Sina yang terlupakan: "Concerning the Soul". Di dalamnya, ia menjelaskan bahwa jiwa manusia bisa membunuh tubuhnya sendiri atau menyembuhkannya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...