Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Segerombolan Pemukim Israel Lecehkan Seorang Muslimah Palestina di Umm Al-Khair Tepi Barat

  Tanyaislamyuk - Ini adalah satu kejadian dari banyaknya kejadian yang terjadi di Umm Al-Khair. kawasan ini menjadi target ekspansi permukiman ilegal selama bertahun-tahun. Warganya berulang kali melaporkan serangan harian, ternak yang sengaja dilepas ke lahan pertanian mereka, perusakan properti, hingga pembongkaran rumah, semuanya berlangsung di bawah pengawasan atau bahkan perlindungan aparat militer Israel. Perempuan dan anak-anak kerap menjadi sasaran paling rentan dalam gelombang kekerasan ini, dan warga desa mengatakan pelaku jarang diproses secara hukum. Tidak ada tempat yang aman bagi saudara kita di sana. Jangan hanya diam!

Mengapa Figur Pendakwah Bergelar “Habib” Begitu Viral dan Terkenal di Indonesia, Tapi Nyaris Tak Terdengar di Negara-negara Maju?

  Tanyaislamyuk - Di Indonesia, sebutan “Habib” kerap memiliki daya tarik tersendiri. Sosok yang menyandang gelar tersebut—terutama ketika tampil sebagai pendakwah—bisa memiliki jutaan pengikut, diundang ke berbagai majelis, bahkan menjadi figur yang sangat dikenal di media sosial. Namun muncul sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik: mengapa fenomena pendakwah bergelar “Habib” begitu kuat di Indonesia, sementara istilah dan figur semacam itu relatif jarang terdengar di negara-negara seperti Jepang, Jerman, Inggris, Kanada, atau Amerika Serikat? Pertanyaan ini tentu perlu dijawab dengan hati-hati. Sebab, perbedaan tersebut bukan berarti satu masyarakat lebih religius atau lebih maju daripada masyarakat lainnya . Ada faktor sejarah, budaya, demografi, serta cara masyarakat memandang otoritas keagamaan yang sangat berbeda. Habib bukan sekadar gelar populer Dalam tradisi Arab dan dunia Islam, istilah habib memiliki makna yang berkaitan dengan keturunan Nabi Muhammad melalui jalur ...

Ahmad Faiz, Pemeran Iblis Satanic di Acara Karnaval Pekalongan Meninggal Setelah Acara

  Tanyaislamyuk - Ahmad Faiz (40), warga Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, menjadi perbincangan setelah dikabarkan meninggal saat mengikuti karnaval SKNC 2026. Keluarga meluruskan informasi tersebut. Menurut paman almarhum, Muslih, Ahmad Faiz tidak meninggal saat berlangsungnya karnaval. Ahmad Faiz mengikuti karnaval pada Kamis (10/9) malam sekitar pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. Saat itu, kondisinya mulai terlihat kelelahan karena disebut hanya tidur sekitar satu hingga dua jam dalam dua hari terakhir. Keluarga menegaskan, selama mengikuti karnaval Ahmad Faiz tidak sempat pingsan. Mereka juga meminta masyarakat tidak menyebarkan spekulasi maupun informasi yang tidak sesuai fakta keluarga. Ahmad Faiz dikenal sehari-hari bekerja di bidang konveksi. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil. Disebutkan pula, Saiful selaku panitia mengimbau agar pemberitaan maupun penyebaran informasi terkait kejadian tersebut tidak terlalu membingkai peri...

Revin, Bocah Pemberani yang Tinggal Menyendiri di Tengah Hutan Tanpa Ayah dan Ibu

  Tanyaislamyuk - Revin baru berusia 12 tahun dan kini duduk di kelas 5 SD. Sejak usia satu tahun, ia sudah kehilangan sang ibu. Ayahnya masih hidup dan telah menikah lagi, namun sudah lama tidak datang menjenguk. Sejak kecil, Revin tumbuh bersama kakek dan neneknya di rumah sederhana berdinding bilik bambu di kawasan hutan Garut, Jawa Barat. Untuk bisa sekolah, Revin harus berjalan kaki sekitar 5 kilometer seorang diri. Setiap pagi ia melewati jalan setapak sempit, hutan pinus, semak belukar, persawahan, tanjakan, hingga jalan berbatu yang licin saat hujan. Di usia yang masih sangat muda, Revin sudah terbiasa keluar-masuk hutan seorang diri demi satu tujuan sederhana: tetap sekolah dan mencari ilmu.

Makin Menjadi! Warga Jatim Sewa Sound Horeg Untuk Peringati 100 Hari Kematian Keluarganya

  Tanyaislamyuk - Tradisi memperingati orang yang telah meninggal kembali menjadi sorotan. Kali ini, sebuah acara peringatan 100 hari kematian di Jawa Timur justru digelar dengan suasana yang cukup meriah setelah keluarga disebut menyewa sound horeg untuk memeriahkan acara. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah warga berkumpul pada malam hari di halaman sebuah rumah. Puluhan orang duduk bersama, sementara suasana acara tampak ramai dengan penggunaan perangkat pengeras suara berukuran besar. Hal tersebut kemudian memunculkan berbagai reaksi dari warganet. Sebagian mempertanyakan apakah peringatan kematian perlu dirayakan dengan hiburan dan sound system berdaya besar. Menurut mereka, momentum 100 hari semestinya lebih diarahkan untuk doa, pengajian, serta mendoakan orang yang telah meninggal. Namun, ada pula yang menganggap penggunaan sound system tidak otomatis menghilangkan nilai doa dan kebersamaan dalam acara tersebut. Bagi sebagian masyarakat, kegiat...

Tuai Pro dan Kontra! Kreator ini Sebut Menikah dan Punya Anak Adalah Hobi Orang Susah!

  Tanyaislamyuk - Seorang kreator TikTok melalui akun awengzie menuai pro dan kontra setelah menyebut menikah dan punya anak sebagai “hobi favorit orang susah”.  Ia mengaitkan pendapatnya dengan faktor budaya, norma sosial, pendidikan, akses kontrasepsi hingga anggapan anak sebagai penopang ekonomi orang tua di masa depan.  Ia juga menyoroti kecenderungan kelompok berpendidikan rendah memiliki lebih banyak anak dan mempertanyakan dampaknya terhadap kualitas SDM Indonesia.