Tak Sempat Lepas Pelukan, Seorang Ibu Tewas Bersama Anaknya Dibawah Reruntuhan Rumah Akibat Gempa Dahsyat di NTT
Di tengah kepanikan dan kerusakan bangunan akibat gempa, sebuah kisah memilukan datang dari Kabupaten Manggarai. Seorang ibu bersama bayinya ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan bangunan.
Yang membuat proses evakuasi semakin menyayat hati, korban ditemukan dalam posisi masih memeluk buah hatinya.
Ditemukan Masih Dalam Pelukan Sang Ibu
Peristiwa tersebut diberitakan terjadi setelah bangunan tempat korban berada roboh akibat kuatnya guncangan gempa.
Menurut laporan iNews, ibu dan bayinya ditemukan tertimbun reruntuhan di Kabupaten Manggarai. Saat ditemukan, sang ibu berada dalam posisi telentang sementara bayinya berada di atas bagian dada. Salah satu tangan korban masih terlihat memeluk buah hatinya.
Posisi tersebut diduga menunjukkan upaya sang ibu untuk melindungi anaknya ketika bangunan mulai runtuh.
Momen evakuasi korban pun membuat warga yang berada di lokasi diliputi kesedihan. Di tengah upaya penyelamatan korban lainnya, kisah ibu dan bayi tersebut menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam bencana gempa Flores kali ini.
Gempa Dahsyat Guncang Flores
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi. Guncangan dirasakan di berbagai wilayah NTT dan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Laporan detikNews menyebut gempa tersebut berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan berdampak cukup besar di sejumlah wilayah utara Flores, termasuk Maumere, Ngada, dan Manggarai. Gempa juga sempat memicu kepanikan masyarakat serta peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut.
Hingga Sabtu siang, laporan awal menyebut sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat gempa. Dua di antaranya merupakan ibu dan anak yang ditemukan tewas di tengah reruntuhan rumah. Pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah.
Warga Masih Mencari Korban
Besarnya guncangan menyebabkan sejumlah bangunan roboh dan membuat warga berhamburan menyelamatkan diri. Tim evakuasi bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian terhadap warga yang diduga masih tertimbun.
Pemerintah Provinsi NTT juga diminta mempercepat pendataan korban, terutama di wilayah pedalaman yang aksesnya sulit. Pendataan yang cepat diperlukan agar kebutuhan korban, termasuk makanan, tempat pengungsian, layanan kesehatan, dan bantuan darurat lainnya, dapat segera disalurkan.
Ketua DPR RI Puan Maharani turut meminta pemerintah memastikan penanganan korban dilakukan dengan cepat dan bantuan diberikan secara merata.
Pengingat Pilu di Tengah Bencana
Kisah seorang ibu yang ditemukan masih memeluk bayinya menjadi gambaran betapa dahsyatnya situasi yang dihadapi warga saat gempa terjadi.
Pelukan terakhir tersebut juga memperlihatkan naluri seorang ibu untuk melindungi anaknya bahkan dalam situasi yang mengancam keselamatan.
Di tengah proses pencarian dan evakuasi yang masih berlangsung, masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait serta tidak mudah mempercayai kabar mengenai gempa susulan yang belum terverifikasi.
Bencana ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.
Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik, sementara warga yang selamat diberikan kekuatan untuk menghadapi masa sulit setelah bencana.

Komentar
Posting Komentar