Langsung ke konten utama

Netizen ini Murka dan Curhat Kalau Tradisi Tahlilan Merupakan Tradisi Brengsek, Juga Katakan Wali Songo Tidak Sepenting itu

 

Tanyaislamyuk - Media sosial kembali dihebohkan oleh unggahan seorang netizen yang melontarkan kritik keras terhadap tradisi tahlilan yang telah lama dikenal di Indonesia. Dalam unggahannya, ia bahkan menyebut tahlilan sebagai "tradisi brengsek" dan menilai bahwa peran Wali Songo tidak sepenting yang selama ini dipercaya banyak orang.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Sebagian pengguna media sosial mengecam bahasa yang digunakan karena dianggap tidak menghormati tradisi yang telah dijalankan oleh jutaan umat Islam Indonesia selama ratusan tahun. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa setiap orang berhak menyampaikan pandangan selama dilakukan dengan cara yang santun.

Perlu dipahami bahwa tahlilan bukanlah rukun Islam maupun kewajiban agama. Tahlilan merupakan tradisi yang berkembang di sebagian masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia, sebagai bentuk doa bersama untuk orang yang telah meninggal. Karena itu, pandangan ulama mengenai praktik ini memang beragam. Ada yang membolehkan sebagai bentuk dzikir dan doa selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama, sementara ada pula yang memilih tidak mengamalkannya karena berpegang pada dalil dan pemahaman yang berbeda.

Begitu pula dengan Wali Songo. Mereka dikenal dalam sejarah sebagai tokoh-tokoh yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa melalui pendekatan budaya, pendidikan, dan dakwah yang damai. Namun, menghormati jasa Wali Songo tidak berarti menempatkan mereka di atas ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Di sisi lain, merendahkan atau menghina jasa mereka dengan bahasa kasar juga bukanlah sikap yang mencerminkan adab dalam berdiskusi.

Perbedaan pendapat mengenai tradisi keagamaan merupakan hal yang sudah lama ada dalam khazanah Islam. Yang menjadi persoalan bukanlah adanya perbedaan itu sendiri, melainkan cara menyampaikannya. Kritik yang disampaikan dengan argumen dan adab cenderung lebih mudah diterima dibandingkan dengan kata-kata yang bernada menghina atau provokatif.

Pada akhirnya, masyarakat diharapkan dapat menyikapi perbedaan ini dengan kepala dingin. Jika seseorang memilih mengikuti tradisi tahlilan berdasarkan keyakinan dan pendapat ulama yang ia ikuti, hal itu merupakan haknya. Begitu pula mereka yang memilih tidak mengikutinya. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan menghindari ujaran yang dapat memicu permusuhan di tengah masyarakat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...