Tetapi tentang dua orang yang sama-sama siap belajar bertahan.
Hari ini, sedikit salah paham langsung bicara pisah.
Sedikit kecewa langsung merasa salah memilih pasangan.
Sedikit bosan mulai mencari kenyamanan di luar rumah.
Lalu apa yang sebenarnya berubah?
Bukan karena manusia zaman dulu tidak pernah bertengkar.
Mereka juga memiliki masalah. Bahkan sering kali jauh lebih berat daripada sekarang.
Ekonomi sulit, fasilitas terbatas, pekerjaan berat, dan komunikasi tidak semudah hari ini.
Namun, mereka memiliki satu hal yang kini mulai hilang.
Komitmen.
Hari ini banyak orang masuk ke dalam pernikahan dengan harapan yang sangat tinggi.
Ingin pasangan yang romantis setiap hari.
Selalu mengerti tanpa perlu dijelaskan.
Selalu memenuhi ekspektasi.
Padahal pernikahan bukan tentang mencari orang yang sempurna, tetapi tentang dua orang yang terus belajar saling memahami.
Ditambah lagi, media sosial membuat kita terus membandingkan.
Melihat pasangan orang lain terlihat bahagia.
Liburan bersama.
Diberi hadiah.
Makan di restoran mewah.
Padahal yang terlihat hanyalah potongan terbaik dari kehidupan mereka.
Sementara masalahnya tidak pernah dipublikasikan.
Belum lagi budaya yang mengajarkan bahwa kebahagiaan harus selalu dirasakan setiap saat.
Akibatnya, ketika pernikahan mulai terasa berat, banyak yang mengira cintanya sudah hilang.
Padahal justru di situlah cinta sedang diuji.
Dalam Islam, pernikahan bukan hanya hubungan antara dua manusia.
Tetapi juga ibadah yang dibangun di atas kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab, dan saling memaafkan.
Allah berfirman bahwa Dia menciptakan pasangan agar kita memperoleh ketenangan, serta menjadikan di antara suami dan istri rasa kasih dan sayang.
Artinya, sakinah bukan sesuatu yang datang begitu saja.
Sakinah dibangun.
Dengan komunikasi.
Dengan saling mengalah.
Dengan menahan ego.
Dengan memaafkan kesalahan yang mungkin akan terulang berkali-kali.
Karena tidak ada rumah tangga yang bebas dari ujian.
Maka mungkin pertanyaannya bukan lagi,
"Mengapa pernikahan zaman sekarang begitu mudah hancur?"
Tetapi,
"Apakah kita benar-benar sedang mempersiapkan diri untuk membangun pernikahan, atau hanya sibuk mempersiapkan pesta pernikahan?"

Komentar
Posting Komentar