Langsung ke konten utama

Sebanyak 6 Santri di Sukabumi Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes Dengan Modus Pengobatan Ijazah Ilmu, Rata - rata Umur Korban 14 - 15 Tahun

 

Tanyaislamyuk - Sebanyak enam orang santri di Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, diduga menjadi korban dugaan pencabulan oleh pimpinan Pondok Pesantren berinisial MSL. Kasus ini terungkap usai korban berani untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Kuasa Hukum para korban dari LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari keluarga korban pada Senin (23/2) lalu. Saat ini, enam korban sudah teridentifikasi namun yang melakukan pelaporan baru dua orang korban.

"Usia rata-rata 14-15 tahun pada saat kejadian. Terjadi pelecehan itu dari tahun 2021, sekarang bahkan korban udah berusia 18 tahun," kata Rangga di Mapolres Sukabumi Kota.

Rangga mengatakan kasus pelecehan tersebut sempat akan terbongkar pada 2023. Namun keluarga korban terus menerus diduga mengalami intimidasi secara verbal.

"Sementara ini tidak ada ancaman kekerasan cuman ada bahasa 'jangan bilang siapa-siapa, ini aib, khawatir pesantrennya buruk," ucap dia sambil menirukan cerita dari orang tua korban.

Bujuk Rayu Pengobatan Tradisional hingga Ijazah Ilmu
Dia mengungkapkan modus terduga pelaku MSL adalah melakukan bujuk rayu melalui pengobatan tradisional hingga ijazah ilmu. Para korban pun tak berdaya menolak karena merasa pimpinan tersebut memiliki kuasa.

"Awalnya bujuk rayu ada juga yang modusnya pengobatan terus ada ijazah supaya dapat ilmu," ungkapnya.

Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli mengkonfirmasi aduan tersebut. Dia mengungkapkan kasus itu kini diarahkan untuk dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi.

"Iya betul bahwa korban bersama orang tua dan kuasa hukumnya telah melalukan konsultasi. Namun karena tempat kejadian perkara (TKP) berada dalam yurisdiksi wilayah lain maka kami sarankan untuk membuat laporan ke Polres Sukabumi yang ada di Palabuhanratu," kata Ade.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...