Langsung ke konten utama

Mantan Pendeta di Swedia Jadi Mualaf, Dibujuk Gereja Untuk Kembali Tapi Tetap Istiqomah Dalam Islam

 

Tanyaislamyuk - Pendeta Kristen Swedia Leif Skjetne (75 tahun) menyatakan masuk Islam, mengubah namanya menjadi Ahmad Skjetne dan menetap di Maroko.
Gereja mengirim delegasi ke Maroko untuk membujuknya meninggalkan Islam tetapi dia tetap teguh pada keyakinannya.

Ahmed Skjetne, 75, telah bekerja sebagai pendeta di Gereja Swedia selama 30 tahun. Dan hampir 15 tahun di antaranya, dia aktif dalam penggembalaan Skillingaryd, tetapi tiga tahun lalu dia memutuskan untuk masuk Islam. Dia kemudian menukar nama Leif menjadi Ahmad/Ahmed.

Dalam sebuah wawancara dengan SVT TV, Ahmed Skjetne, mantan pendeta, mengatakan bahwa dia dulunya bekerja dengan masalah pengungsi dan berhubungan dengan pengungsi sepanjang masa hidupnya.

Itu juga bagaimana dia menjadi tertarik pada Islam. Menurut Ahmed Skjetne, Gereja Swedia mencoba merekrutnya kembali, namun tidak berhasil.

“Mereka mengirim asisten diakonia ke Maroko untuk mencoba menyelamatkan saya (mengembalikan ke Kristen). Tapi saya tidak butuh penyelamatan,” ujarnya.

Kini perjalanan Ahmed dari Kristen ke Islam menjadi film dokumenter yang dibuat oleh Tomas Blideman dan Alex Bolevin.
Akhirnya Pria imigran yang berasal dari Maroko itu pindah rumah ke Ahmed Skjetne. Dia adalah seorang Muslim yang taat dan shalat lima kali sehari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...