Langsung ke konten utama

Kyainya Ditangkap Korupsi, Santrinya Demo Membela Koruptor dan Menggeruduk Kejari Gresik

 

Tanyaislamyuk - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ushulul Hikmah Al Ibrohimi menggelar aksi damai di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) GRESIK, Jumat 13 Februari 2026.

Mereka memprotes penetapan tiga kiai sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah.

Kejari Gresik sebelumnya menetapkan MFR selaku ketua santri serta kakak beradik RKA dan MZR yang merupakan pengasuh ponpes sebagai tersangka. Dua tersangka, yakni MFR dan RKA, telah ditahan di Rutan Kelas IIB Gresik pada Rabu sebelumnya.

Sejak pukul 10.00 WIB, para santri yang mengenakan busana putih membentangkan poster di halaman Kejari Gresik. Selain berorasi, massa juga menggelar istighosah dan membaca salawat.

Perwakilan santri, Abdullah Syafi’i, menilai proses pemeriksaan yang dilakukan Kejari Gresik tidak profesional. Ia menyebut terdapat intimidasi dan ancaman selama proses penyidikan berlangsung.

Menurutnya, pengajuan dana hibah telah dilakukan sejak 2018 oleh almarhum KH Wafa untuk pembangunan asrama santri putri. Karena kebutuhan mendesak, pihak pondok disebut lebih dulu membangun asrama menggunakan dana kas dan swadaya masyarakat.

“Karena kebutuhan asrama santri yang sangat mendesak saat itu, pihak pondok memutuskan untuk membangun gedung terlebih dahulu menggunakan dana kas mandiri dan swadaya masyarakat,” ujarnya.
Abdullah Syafi’i menjelaskan, biaya pembangunan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Sementara dana hibah dari Pemprov Jatim baru cair pada November 2019 dan disebut tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Dana hibah tersebut kemudian dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pesantren lainnya.

Pihak santri juga mengajukan penangguhan penahanan dan menyatakan siap mengikuti proses hukum hingga persidangan.

“Kami siap membuktikan siapa yang salah dan benar di persidangan nanti. Kami memohon penangguhan penahanan karena beliau adalah guru yang sangat dibutuhkan di pondok,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Gresik, Alifin Nurahmana Wanda, menyatakan ketiga tersangka diduga menyelewengkan dana hibah Pemprov Jatim. Berdasarkan audit BPKP, kerugian negara ditaksir mencapai Rp400 juta.

Alifin menjelaskan, dana hibah seharusnya digunakan untuk pembangunan asrama santri. Namun, dalam praktiknya diduga digunakan untuk membeli dua bidang tanah atas nama pribadi.

“Semestinya uang ini digunakan untuk pembangunan asrama santri, tapi digunakan untuk yang lain yaitu membeli tanah bukan atas nama pesantren,” ujarnya.

Untuk menutupi dugaan tersebut, lanjutnya, dibuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) fiktif. Penyidik juga menemukan bahwa asrama santri telah berdiri sebelum dana hibah dicairkan.

“Asrama santrinya ternyata sudah ada sebelum dana hibah itu diberikan. Jadi laporan yang disampaikan 100 persen fiktif,” jelasnya.

Salah satu tersangka, MZR, tidak ditahan di rutan karena alasan kesehatan dan menjalani tahanan rumah lantaran tidak dapat beraktivitas normal serta membutuhkan bantuan orang lain.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...