Langsung ke konten utama

Iman Masjid Al-Aqsa ini Ditembak, tetapi dia berkata “Allah tidak membiarkan satu peluru pun padanya” dan Dia Melihat Pelurunya pun Berubah Arah

Tanyaislamyuk - Presiden Masjid al-Aqsa, Syekh ‘Umar al-Kiswani berkata bahwa salah seorang wali Allah di Al-Quds meneleponnya suatu malam dan mengatakan bahwa nyawanya dalam bahaya sehingga ia harus tetap waspada. 

Syekh ‘Umar berkata pada malam itu, ia shalat Tahajjud di al-Aqsa, memanjatkan doa memohon perlindungan dengan berlinang air mata dalam waktu yang lama, dan kemudian shalat Subuh berjamaah. Kemudian pada hari itu, hijab seorang wanita Muslimah disobek oleh seorang tentara sehingga ia berlari untuk membantunya. Dalam keadaan tegang, para tentara mulai menembakinya dan orang lain tetapi tidak satu pun peluru mengenainya.
 
Setelah semuanya tenang, orang-orang mendatanginya dan berkata, ‘Demi Allah, mereka menembak ke arahmu tetapi peluru-peluru itu meleset ke arah lain seolah-olah Allah melindungimu.’

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang shalat Subuh berjamaah berada di bawah perlindungan Allah. Umat ​​Islam hanya akan berhasil kembali ketika masjid-masjid kita penuh pada waktu Subuh dan kita berdiri di hadapan-Nya dengan kerendahan hati dan ketundukan. 

Malam ini adalah tanggal 15 Sya’ban. Ini bukan malam untuk menonton TV. Ini adalah malam di mana air mata menetes, hati direndahkan, dan jiwa diselamatkan. Malam di mana kehidupan diterangi, rumah tangga diperbaiki, dan keluarga dipulihkan. Ini adalah malam untuk terhubung dan berkomunikasi dengan Sang Pencipta.


Ini adalah malam sujud dan refleksi, perubahan dan niat, kebahagiaan dan kegembiraan. Ini adalah malam untuk petunjuk, persatuan, dan rehabilitasi. Ini adalah malam air mata sukacita & senyuman kebahagiaan. Malam di mana Allah mengampuni umat ini. Semoga Allah mengampuni kita semua di malam ini.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...