Langsung ke konten utama

BPJS Diputus, Anggaran Pendidikan Dipangkas, MBG Dijadikan Berhala Politik. Konoha Diambang Kolaps?

 

Tanyaislamyuk - Pemutusan kepesertaan BPJS Kesehatan terhadap 11 Juta rakyat tanpa pemberitahuan bukanlah sekadar masalah teknis administrasi. Ia adalah keputusan politik yang mencerminkan bagaiman cara negara memandang warganya.

Di mata penguasa saat ini, rakyat tidak lagi diposisikan sebagai subjek yang memiliki hak yang harus dipenuhi oleh negara,  melainkan sebagai angka yang bisa dihapus demi menyeimbangkan neraca.

Kesehatan dan pendidikan yang seharusnya menjadi hak dasar rakyat, dan wajib dipenuhi oleg negara, malah dikelola ala kadar.

 Anggarannya dipangkas dengan dalih efisiensi, sementara program Makanannya Bang Gibran (MBG) diperlakukan sebagai proyek suci, tak boleh disentuh, tak boleh dikritik, dan menghentikannya dianggap dosa politik.

Padahal semua kita tau MBG program yang telah berubah menjadi too big to fail secara politik, bukan karena efektivitasnya teruji, melainkan karena ia menopang legitimasi kekuasaan.

Apa yang kini terjadi di Konoha bukan hal baru dalam sejarah. Negara-negara yang pernah kolaps pernah mempraktekkan hal serupa.
Yunani pra-2010 mulai memangkas layanan sosial sebelum resmi kolaps. Argentina berulang kali memotong subsidi kesehatan sambil mempertahankan program populis. Brasil di era pengetatan fiskal memangkas anggaran pendidikan dan kesehatan, mereka tetap menjaga bantuan sosial yang simbolik dan politis, persis seperti yang terjadi di Konoha saat ini.

Ketika negara mulai memotong hak-hak dasar, mengambil kebijakan secara diam-diam tanpa pemberitahuan (governing by stealth) demi menghindari gejolak publik, itu menandakan satu hal, negara sedang menderita gejala fiscal stress syndrome.

Tekanan fiskal memaksa negara mengambil keputusan dengan cara ekstrem dan defensif.

Gejalanya jelas: hak dasar dipersempit, layanan universal dikurangi, anggaran jangka panjang dipangkas, sementara program simbolik dipertahankan mati-matian.

Jika pola ini terus berlanjut, maka Konoha sedang berjalan di jalur yang sama dengan negara-negara yang pernah kolaps lebih dulu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...