Langsung ke konten utama

Tanpa Izin, Warga Liliba Kupang Tolak Pembangunan Masjid Darul Amanah

 

Tanyaislamyuk - Warga Kelurahan Liliba menolak pembangunan Masjid Darul Amanah di Jalan Libra, RT 38/RW 14. Mereka menyampaikan sikap itu saat audiensi dengan Wali Kota Kupang, Jumat, 23 Januari 2026.
Perwakilan warga, Alan Mojo, memimpin pertemuan di Kantor Wali Kota. Ia menegaskan warga tidak menolak rumah ibadah. Namun, warga mempersoalkan dugaan manipulasi dokumen 

Alan menjelaskan panitia diduga mengumpulkan KTP warga dengan alasan pembagian daging kurban. Setelah itu, panitia memfoto KTP dan menyerahkannya sebagai dukungan pembangunan.

"panitia bilang mau kasih daging kurban. Mereka foto KTP lalu pakai sebagai dukungan,” kata Alan.

Selain itu, ia menyebut dokumen permohonan tidak memuat tanda tangan RT, RW, lurah, dan camat. Karena itu, warga menilai proses administrasi tidak sah.
Alis Siokain menambahkan warga tetap menjunjung toleransi. Namun, ia meminta pemerintah menegakkan aturan.
“Kami tidak alergi masjid. Namun, pembangunan harus sesuai prosedur,” ujarnya.

Ia juga menilai kebutuhan masjid baru belum mendesak. Dua masjid lain berdiri sekitar 500 meter dari lokasi. Selain itu, hanya empat kepala keluarga tercatat tinggal di RT tersebut.

Penolakan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, warga di tiga RT juga menyampaikan sikap serupa. Mereka berasal dari RT 38 dan RT 47 RW 14 Liliba serta RT 02 Kelurahan Penfui.

Warga menuangkan penolakan dalam dua surat tertanggal 7 Maret dan 7 Oktober 2025. Surat itu menegaskan penolakan pembangunan Masjid Darul Amanah
Sebanyak 34 warga Penfui serta 75 warga RT 38 dan 48 warga RT 47 Liliba menandatangani surat tersebut. Mereka mengirim surat itu ke FKUB Kota Kupang.
Warga mengaku kecewa karena yayasan dinilai tidak mengindahkan surat FKUB tahun 2022. Saat itu, FKUB menyatakan belum dapat memberi rekomendasi pembangunan.

Ketua RT 47 Liliba, Anaci Lussi, membenarkan warganya menandatangani surat penolakan. “Kurang lebih 47 KK ikut tanda tangan,” jelasnya.
Ketua RT 02 Penfui, Anis M., juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut sekitar 35 KK di wilayahnya menolak pembangunan tersebut.
Penolakan warga sudah muncul sejak 2022. Saat itu, 194 warga dari empat RT menandatangani surat penolakan. Mereka berdiskusi dengan panitia pembangunan sebelum menyampaikan sikap ke FKUB.

Lurah Liliba, Viktor Makoni, membenarkan riwayat tersebut. Ia mengaku pernah menolak menandatangani dokumen persetujuan bangunan.
“Saya tidak tanda tangan karena ada penolakan warga,” ujarnya.
Ia juga mengaku pernah menggelar rapat dengan Kesbangpol dan FKUB pada 2022. Dalam rapat itu, FKUB belum memberi rekomendasi karena ada penolakan warga.

Viktor menjelaskan dirinya menerima laporan pembangunan pada Oktober 2025. Ia sempat mengecek lokasi dan mendapat penjelasan bahwa panitia hanya membangun pagar.
Namun, warga kemudian melaporkan pembangunan berlanjut hingga pengecoran tiang beton. Karena itu, Viktor berkoordinasi dengan Dinas PUPR.
Dinas PUPR lalu mengirim Surat Peringatan pada 6 Oktober 2025. Setelah itu, dinas mengirim Surat Teguran I pada 6 November 

Sementara itu, Wali Kota Kupang menyatakan pemerintah akan memeriksa seluruh dokumen perizinan. Ia menegaskan aturan harus menjadi dasar setiap pembangunan rumah ibadah.
REKOMENDASI FKUB– FKUB Kota Kupang belum bisa memberikan surat rekomendasi pembangunan karena ada penolakan dari warga.
“Kalau dokumen belum lengkap, kami hentikan sementara sampai syarat terpenuhi,” tegasnya.

Ia menambahkan izin FKUB dan Kementerian Agama menjadi syarat utama. Karena itu, Pemkot akan bertindak sesuai aturan yang berlaku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...