Tanyaislamyuk - Entitas Penjajah-Zionst terus mengepung Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga dalam Islam dan kiblat pertama, sementara dunia terus menutup mata.
Namun, terlepas dari semua itu, iman, harapan, dan ketahanan mereka tetap tak tergoyahkan.
Hari ini, esok Saat kita merayakan Idul Fitri, janganlah kita melupakan mereka yang tidak dapat berdoa dan tempat-tempat suci tetap tertutup.
Suasana di Al-Aqsa sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena gerbangnya dibatasi, halamannya sunyi, dan azan ditahan.
Al-Aqsa telah mengalami 19 hari berturut-turut tanpa pengunjung, jamaah hanya penjajah yang berjaga.
Sementara kita mempersiapkan Idul Fitri dengan mudah, banyak orang masih terhalang untuk mengunjungi salah satu tempat tersuci dalam Islam, tidak dapat menikmati malam-malam terakhir ini di tempat yang paling mereka nantikan.
19 hari tanpa salat di Masjid Al-Aqsa, keheningan yang terasa lebih berat daripada kata-kata.
Tidak ada adzan yang menggema. Tidak ada barisan sujud. Tempat yang dulunya dipenuhi dengan ذكر (kegembiraan) kini berdiri dalam keheningan.
Bagaimana umat Islam dapat tidur sementara salah satu tempat suci yang paling kita cintai dibungkam?
Ya Allah, kembalikan kedamaian, pulihkan salat, dan izinkan umat-Mu berdiri kembali beribadah di tempat yang diberkahi ini. 🤲
Jangan abaikan. Ingatlah, panjatkan doa, dan suarakan doamu. Saat kita menyambut Idul Fitri, jangan lupakan mereka, suarakan! bebaskan!

Komentar
Posting Komentar