Tanyaislamyuk - Jutaan warga Amerika Serikat menggelar aksi protes besar-besaran menentang kebijakan Presiden Donald Trump serta perang di Iran dalam demonstrasi bertajuk “No Kings” pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat.
Aksi ini melibatkan lebih dari 8 juta orang di lebih dari 3.300 lokasi yang tersebar di 50 negara bagian AS, menjadikannya salah satu protes terbesar dalam sejarah AS.
Dalam berbagai titik aksi, massa menyerukan penghentian perang dengan meneriakkan “End this war”.
Protes dipicu oleh meningkatnya ketegangan setelah serangan AS dan Israel ke Iran yang telah berlangsung selama empat pekan. Selain itu, kebijakan imigrasi yang dinilai semakin agresif serta kenaikan harga minyak dan kebutuhan pokok turut memperbesar ketidakpuasan publik.
Gelombang aksi ini terjadi di tengah penurunan tingkat kepuasan terhadap Trump yang kini berada di kisaran 36%.

Komentar
Posting Komentar