Tanyaislamyuk - Sejumlah komandan militer Amerika Serikat dilaporkan dituduh menyampaikan kepada para prajurit bahwa perang melawan Iran merupakan bagian dari “rencana Tuhan” menuju Armageddon.
Tuduhan tersebut diungkap oleh Military Religious Freedom Foundation (MRFF), organisasi nirlaba yang memantau kebebasan beragama di militer AS. MRFF mengaku telah menerima sekitar 110 keluhan dari personel militer sejak konflik pecah pada Sabtu, yang berasal dari lebih dari 40 unit berbeda di sekitar 30 lokasi militer.
Salah satu keluhan datang dari seorang bintara (NCO) yang menyatakan bahwa komandan unit tempurnya mengatakan Presiden AS Donald Trump “diurapi oleh Yesus untuk menyalakan api sinyal di Iran” sebagai bagian dari rangkaian peristiwa menuju Armageddon.
Komandan tersebut juga disebut mengutip berbagai ayat dari Kitab Wahyu dan meminta para prajurit untuk meyakini bahwa perang tersebut merupakan bagian dari rencana ilahi. NCO tersebut menulis laporan itu mewakili 15 prajurit lain dengan latar belakang agama berbeda, termasuk Kristen, Muslim, dan Yahudi.
Para prajurit itu menilai pernyataan tersebut merusak moral serta kohesi unit dan dianggap bertentangan dengan sumpah militer untuk menjunjung Konstitusi.
Sementara itu, pejabat Gedung Putih membantah bahwa komandan militer memberikan perintah berdasarkan narasi keagamaan akhir zaman. Pemerintah AS menegaskan bahwa tujuan operasi militer terhadap Iran adalah menghancurkan kemampuan rudal, industri persenjataan, dan kekuatan angkatan laut Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Komentar
Posting Komentar