Kenalin, Addin Jauharudin yang Juga Merupakan Ketua GP Ansor NU Resmi Menjadi Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia
Tanyaislamyuk - Addin Jauharudin resmi menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Penunjukan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. SR-215/PB.13/2026 tertanggal 6 Maret 2026 dan mulai berlaku efektif sejak 11 Maret 2026.
Pengangkatan Addin Jauharudin sebagai Komisaris Independen BSI merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang digelar pada 16 Mei 2025. Ia dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test dari OJK sebelum resmi menempati posisi tersebut. Manajemen BSI juga menyatakan bahwa penunjukan Addin Jauharudin tidak memberikan dampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.
Profil Singkat Addin Jauharudin
Addin Jauharudin merupakan figur penting dalam organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor). Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam organisasi, pengembangan ekonomi kader, hingga pengawasan di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini lahir pada 27 April 1980.
Sejak muda, Addin telah aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan yang berafiliasi dengan NU. Pendidikan yang ia tempuh berada di bidang manajemen dan keislaman. Latar belakang tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya, terutama ketika ia aktif mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
Karier organisasinya juga tidak lepas dari aktivitas di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Organisasi mahasiswa ini menjadi tempat awal Addin mengasah kemampuan kepemimpinan serta jaringan di kalangan aktivis muda Nahdlatul Ulama. Perjalanan Karier di Organisasi dan BUMN Perjalanan karier Addin Jauharudin dimulai dari aktivitasnya di PMII.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Pengkaderan Pengurus Besar PMII pada periode 2008–2010. Kariernya kemudian semakin menanjak ketika dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar PMII pada periode 2011–2013. Posisi ini membuat namanya semakin dikenal dalam lingkaran aktivis muda NU di tingkat nasional.
Setelah aktif di PMII, Addin juga dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada periode 2018–2021. Di lingkungan GP Ansor, Addin pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Pimpinan Pusat GP Ansor pada periode 2016–2021 dan kembali dipercaya pada 2022.
Ia juga pernah mengemban posisi Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi pada 2018 serta Ketua Bidang Ekonomi pada 2022. Puncak kariernya di organisasi terjadi saat ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor periode 2024–2029.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Kongres XVI GP Ansor yang digelar di KM Kelud pada Februari 2024, menggantikan Yaqut Cholil Qoumas.
Selain aktif di organisasi kepemudaan, Addin juga memiliki pengalaman dalam pengawasan perusahaan milik negara. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris PT Garam pada periode 2014–2017. Kariernya di BUMN berlanjut ketika ia dipercaya sebagai Komisaris PT Pos Indonesia pada periode 2018–2023. Pengalaman ini memperkuat rekam jejaknya di bidang pengawasan korporasi. Sejak 2023, Addin juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Waskita Karya (WSKT) Tbk.
Posisi ini menambah daftar pengalaman profesionalnya di sektor perusahaan besar. Kini, Addin kembali dipercaya menempati posisi strategis sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang efektif mulai Maret 2026.

Komentar
Posting Komentar