Bela AS dan Israel, Abu Janda Kesetanan Saat Bahas Palestina, Sebut Narasumber Anj*** di TV Nasional dan Berakhir Diusir Paksa
Tanyaislamyuk - Penggiat Media Sosial, Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda mengamuk dan mengeluarkan kata-kata kasar saat berdiskusi dengan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari dan Mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Prof. Dr. Ikrar Nusa Bhakti soal perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Diskusi tersebut terjadi saat ketiganya menjadi narasumber di acara Rakyat Berusara, iNews TV, pada Selasa (10/3/2026).
Awalnya Bahas Jasa Amerika
Menurut Abu Janda di tengah konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran, banyak masyarakat Indonesia yang bersikap anti amerika.
"Sentimen anti-Amerika ini luar biasa sekali di negara kita ini. Dan semua didasari sama kebencian buta. Tanpa mencoba untuk mencoba adil," kata Abu Janda.
Abu Janda menyebut Amerika Serikat memiliki peranan besar terhadap kemerdekaan Indinesia.
Menurut Abu Janda NICA (Netherlands Indies Civil Administration) meninggalkan Indonesia karena tekanan dari Amerika Serikat.
"Amerika tuh punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang tuh ingetnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang,"
"Setelah kita proklamasi, kita dijajah lagi sama Belanda. Sampai tahun 49. Yang dikenal dengan agresi Belanda kedua, silahkan cek. Dan itu tidak mudah buat para pahlawan kemerdekaan kita. Karena memang supermasi militer Belanda tuh memang terlalu kuat waktu itu. Bahkan Jendral Sudirman pun hanya bisa melawan Belanda dengan taktik hit and run. Apakah dengan hit and run itu efektif untuk memusir Belanda dari bumi Pertiwi? I don`t think so. Tapi tiba-tiba tahun 49, tiba-tiba Belanda mudik. Karena siapa? Karena ditekan Amerika brother," jelas Abu Janda.
"Tahun 1949 Amerika itu tiba-tiba ngancem ke Belanda. Ya Belanda lu kalau masih jajah Indonesia, gue stop bantuan lu. Ini fakta sejarah ini," imbuhnya.
Tak cuma mengusir NICA, menurut Abu Janda Amerika Serikat juga berjasa dalam konfresi meja bundar di Den Haag, 1949.
Dalam Konfrensi Meja Bundar, tercapai kesepakatan antara Indonesia dengan Belanda, yaitu: 1. Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada akhir Desember 1949. 2. Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda. Dimana Indonesia dan Belanda akan bekerja sama. Kedudukan Indonesia dan Belanda sederajat.
"Tanpa mengecilkan perjuangan para pahlawan. Tapi kalau Amerika gak turun tangan, kita gak tau sampe kapan Belanda bercokol. Mungkin Belanda tahun 70 masih disini. Mungkin tahun 80 masih disini, kayak di Afrika Selatan," kata Ambu Janda.

Komentar
Posting Komentar