Langsung ke konten utama

Seorang Wanita Curhat Karena Merasa Terganggu Dengan Tradisi Bangunin Sahur Keliling Pake Gendang

 

Tanyaislamyuk - Sebuah curhatan seorang wanita di media sosial mendadak viral setelah ia mengaku merasa terganggu dengan tradisi membangunkan sahur menggunakan gendang keliling di lingkungan tempat tinggalnya. Dalam unggahannya, ia menyebut suara tabuhan yang keras dan berlangsung cukup lama membuat waktu istirahatnya terganggu, terutama karena ia harus bekerja pagi hari.

“Bangunin sahur itu niatnya baik, tapi kalau sampai hampir setengah jam keliling sambil teriak-teriak dan pukul gendang keras banget, apa nggak bisa lebih tertib?” tulisnya dalam unggahan yang kemudian dibagikan ulang ribuan kali.

Tradisi membangunkan sahur dengan alat musik sederhana seperti kentongan atau gendang memang sudah lama menjadi bagian dari suasana bulan Ramadan di berbagai daerah di Indonesia. Biasanya dilakukan oleh para remaja atau anak-anak yang berkeliling kampung menjelang waktu sahur sebagai bentuk kebersamaan dan semangat berbagi.

Namun, di era sekarang, sebagian masyarakat mulai mempertanyakan relevansi dan batasannya. Banyak netizen yang justru setuju dengan curhatan wanita tersebut. Mereka menilai tradisi tetap bisa dijalankan, tetapi perlu memperhatikan durasi, volume suara, serta waktu yang tepat agar tidak mengganggu warga lain, terutama lansia, bayi, atau mereka yang sedang sakit.

“Tradisi boleh, tapi jangan sampai jadi polusi suara,” komentar salah satu warganet. Ada pula yang menambahkan bahwa kini hampir semua orang memiliki alarm di ponsel, sehingga fungsi membangunkan sahur secara manual dianggap tidak lagi sepenting dulu.

Meski demikian, tak sedikit pula yang membela tradisi tersebut. Mereka menilai kegiatan itu bukan sekadar membangunkan sahur, melainkan bagian dari budaya Ramadan yang mempererat hubungan sosial antarwarga. “Justru itu yang bikin Ramadan terasa hidup,” tulis pengguna lain.

Fenomena ini kembali memunculkan perdebatan klasik antara menjaga tradisi dan menghormati kenyamanan bersama. Sejumlah tokoh masyarakat menyarankan agar kegiatan seperti ini tetap dilakukan dengan kesepakatan lingkungan, misalnya dengan membatasi waktu dan tingkat kebisingan.

Di tengah perbedaan pendapat, satu hal yang jelas: masyarakat semakin sadar pentingnya menyeimbangkan semangat kebersamaan dengan hak atas kenyamanan dan ketenangan. Ramadan pun menjadi momen refleksi, bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tentang bagaimana hidup berdampingan dengan saling menghargai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...