Prabowo Tegas Akan Pidanakan Pedemo, Karena Menurutnya itu Salah Satu Kegiatan yang Dikendalikan Asing
Tanyaislamyuk - Pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto kembali memantik polemik di ruang publik. Dalam sebuah forum tertutup yang bocor ke publik, Prabowo disebut menegaskan sikap kerasnya terhadap aksi demonstrasi, bahkan menyebut bahwa sebagian besar gerakan demo merupakan kegiatan yang dikendalikan oleh kepentingan asing.
Menurut Prabowo, aksi demonstrasi tidak lagi bisa dilihat semata sebagai bentuk kebebasan berekspresi, melainkan telah berubah menjadi alat intervensi politik global untuk melemahkan stabilitas nasional. Karena itu, ia membuka wacana pemidanaan terhadap para pedemo yang dianggap terlibat dalam agenda tersebut.
“Kita tidak boleh naif. Banyak demo hari ini bukan murni suara rakyat, tapi direkayasa dan dibiayai pihak luar yang ingin Indonesia kacau,” ujar Prabowo dalam pernyataan yang dikutip dari sejumlah sumber internal.
Demo Dianggap Ancaman Stabilitas
Prabowo menilai, di era perang geopolitik dan ekonomi global, negara-negara berkembang seperti Indonesia menjadi target empuk operasi pengaruh asing. Salah satu jalannya, kata dia, adalah menggerakkan massa melalui isu-isu sensitif seperti ekonomi, HAM, dan kebijakan pemerintah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah ke depan tidak akan ragu menggunakan instrumen hukum untuk menindak pihak-pihak yang terbukti mengorganisir aksi massa dengan tujuan melemahkan negara.
“Kalau terbukti ada dana asing, ada agenda asing, itu bukan lagi demonstrasi. Itu subversi,” tegasnya.
Kritik: Demokrasi Terancam
Pernyataan tersebut langsung menuai kritik keras dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis HAM, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil. Mereka menilai sikap Prabowo berpotensi mengkriminalisasi kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
Pengamat politik menyebut narasi “demo dikendalikan asing” sebagai retorika lama yang kerap digunakan rezim otoriter untuk membungkam kritik.
“Kalau demo dianggap kejahatan, lalu di mana ruang koreksi bagi kekuasaan?” ujar seorang pengamat politik dari universitas negeri di Jakarta.
Publik Terbelah
Di media sosial, respons publik terbelah tajam. Sebagian mendukung langkah tegas Prabowo dengan alasan stabilitas dan ketertiban nasional. Namun tak sedikit yang khawatir Indonesia akan bergerak menuju demokrasi yang semakin represif, di mana kritik dianggap ancaman.
Tagar seperti #DemoBukanKejahatan dan #StabilitasNasional sama-sama ramai diperbincangkan, mencerminkan ketegangan antara keamanan negara dan kebebasan sipil.
Ke Mana Arah Demokrasi?
Wacana pemidanaan pedemo ini menjadi sinyal penting tentang arah pemerintahan ke depan. Apakah negara akan lebih mengedepankan stabilitas dengan risiko membatasi kebebasan, atau tetap memberi ruang luas bagi kritik meski berpotensi gaduh?
Satu hal yang pasti, pernyataan Prabowo ini telah membuka babak baru perdebatan: apakah demonstrasi masih dianggap suara rakyat, atau justru ancaman negara?


Komentar
Posting Komentar