Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan perluasan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika sebelumnya fokus utama adalah anak sekolah, kini program tersebut akan menjangkau kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam keterangannya menyatakan bahwa program ini ditargetkan mulai berjalan secara bertahap pada tahun anggaran 2026. Fokus utama penerima manfaat adalah lansia berusia 75 tahun ke atas yang hidup sebatang kara atau dalam kondisi ekonomi rentan.
Berbeda dengan skema di sekolah, distribusi makanan untuk lansia akan dilakukan dengan sistem door-to-door atau antar langsung ke rumah. Langkah ini diambil mengingat keterbatasan mobilitas fisik pada kelompok lansia prioritas tersebut.
Meskipun teknis penyaluran dan pendataan berada di bawah koordinasi Kemensos, sumber anggaran program ini tetap dialokasikan melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pemegang otoritas utama program nasional tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih (duplikasi) bantuan dengan program bansos yang sudah ada seperti PKH (Program Keluarga Harapan).
Pemerintah berharap program ini dapat menekan angka malnutrisi pada lansia dan meningkatkan kualitas hidup kelompok masyarakat yang paling rentan di Indonesia.


Komentar
Posting Komentar