Langsung ke konten utama

Habis MBG Terbitlah Gentengisasi, Program dari Proyek ke Proyek: Yang Diuntungkan Siapa?

 

Tanyaislamyuk - Setelah publik disuguhi polemik program MBG yang menuai pro dan kontra, kini muncul istilah baru yang ramai diperbincangkan di ruang publik: gentengisasi. Sebuah istilah sinis yang merepresentasikan pola lama program berganti nama, proyek berganti bungkus, namun substansinya itu-itu saja.

Gentengisasi bukan sekadar soal genteng secara harfiah, melainkan simbol dari kebijakan yang berjalan dari proyek ke proyek tanpa arah pembangunan jangka panjang. Hari ini MBG, besok gentengisasi, lusa entah apa lagi. Yang berubah hanya nama, logo, dan narasi. Anggarannya tetap mengalir, pelaksananya sering kali itu-itu juga.

Di atas kertas, program-program semacam ini selalu dibungkus dengan jargon kesejahteraan rakyat: penyerapan tenaga kerja, pemerataan pembangunan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun di lapangan, manfaatnya sering kali berhenti pada seremoni peresmian dan laporan pertanggungjawaban.

Pertanyaannya kemudian sederhana tapi krusial: siapa yang sebenarnya diuntungkan?

Jika ditelusuri, pola proyek semacam ini kerap menguntungkan segelintir pihak. Mulai dari kontraktor rekanan, penyedia material, hingga elite birokrasi dan politik yang bermain di balik meja. Sementara rakyat kecil hanya kebagian sisa: pekerjaan sementara, kualitas hasil yang dipertanyakan, dan setelah itu kembali ke titik nol.

Lebih ironis lagi, program-program ini jarang disertai evaluasi terbuka. MBG belum tuntas dinilai dampaknya, gentengisasi sudah digulirkan. Seolah negara alergi pada kata “selesai”, tapi sangat akrab dengan kata “lanjut proyek”.

Akibatnya, pembangunan kehilangan ruh. Ia tak lagi menjadi proses mencerdaskan dan memandirikan rakyat, melainkan rutinitas anggaran tahunan. Proyek menjadi tujuan, bukan alat. Serapan dana lebih penting daripada dampak jangka panjang.

Publik tentu berhak curiga. Di tengah kondisi ekonomi yang kian menekan, rakyat membutuhkan kebijakan yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan bukan sekadar proyek bergilir yang hanya menguntungkan mereka yang dekat dengan kekuasaan.

Jika gentengisasi hanyalah bab lanjutan dari MBG, maka kritik publik bukanlah sikap pesimis, melainkan alarm keras: pembangunan tidak boleh terus dijadikan ladang proyek. Negara seharusnya berhenti bertanya “program apa lagi?”, dan mulai menjawab satu pertanyaan mendasar yang diuntungkan selama ini, siapa sebenarnya?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...