Tanyaislamyuk - Entitas zionis ‘Israel’ menahan sekitar 777 jenazah warga Palestina, termasuk 88 jenazah yang meninggal di penjara di tengah dugaan kuat penyiksaan dan kelalaian medis.
Melansir Quds News Network pada Selasa (02/02/2026), hingga awal pekan lalu ‘Israel’ menahan setidaknya 777 jenazah warga Palestina yang telah diidentifikasi dan setidaknya 10 jenazah warga negara asing yang diketahui. Sebagian besar dari 777 orang tersebut meninggal akibat pendudukan ‘Israel’.
Dari jumlah tersebut, 373 jenazah berada di tangan zionis sejak 7 Oktober 2023, ketika mereka melancarkan perang genosida di Gaza, menurut laporan Organisasi Palestina Al-Quds (Yerusalem) Legal Aid and Human Rights Center (JLAC).
JLAC mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa tujuan ‘Israel’ menahan jenazah adalah untuk menggunakannya sebagai alat tawar-menawar. Namun, JLAC menyebut tujuan itu telah berubah dengan terjadinya gencatan senjata dan perjanjian pembebasan tahanan.
Organisasi tersebut menyimpulkan penahanan jenazah merupakan indikasi bahwa ‘Israel’ dengan sengaja menimbulkan penderitaan kepada keluarga korban sebagai balas dendam.
Lemari pendingin kamar mayat di berbagai fasilitas militer ‘Israel’ menyimpan 520 dari 777 jenazah. Ketika ditanya oleh Haaretz, seorang sumber keamanan mengatakan bahwa fasilitas-fasilitas ini memiliki cukup ruang untuk jenazah tambahan.
Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata antara ‘Israel’ dan Hamas pada bulan Oktober, ‘Israel’ mengembalikan jenazah 360 warga Palestina ke Gaza, semuanya dengan tanda-tanda penyiksaan yang jelas dan beberapa di antaranya kehilangan organ.
Menurut temuan JLAC, dalam 14 tahap sebelumnya pelaksanaan perjanjian tersebut, sekitar 100 jenazah diidentifikasi dan dibawa untuk dimakamkan, sementara sisanya dimakamkan sebagai orang yang tidak dikenal.
Lebih dari 9.350 tahanan Palestina, termasuk anak-anak, perempuan, dan jurnalis, kini ditahan di penjara-penjara ‘Israel’.
Menurut pembaruan terbaru yang dikeluarkan pada 19 Januari oleh kelompok advokasi tahanan Palestina, dari Oktober 2023 hingga saat ini, jumlah sandera Palestina telah berlipat ganda.
Selain itu, puluhan tahanan dari Gaza masih hilang secara paksa, tanpa informasi pasti mengenai nasib mereka.


Komentar
Posting Komentar