Tanyaislamyuk - Kritikus sosial Jafar Rohadi, yang lebih dikenal sebagai Guru Gembul, melontarkan pernyataan tajam terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui unggahan di media sosialnya, 13 Februari 2026, ia secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap program tersebut karena dianggap tidak tepat sasaran dan merugikan sektor-sektor krusial lainnya.
Guru Gembul menyoroti besarnya biaya yang dialokasikan untuk program ini, yang mencapai angka fantastis ratusan triliun rupiah. Namun, yang menjadi titik masalah utamanya adalah sumber dana tersebut.
"MBG itu adalah makanan yang jatahnya, anggarannya itu 335 triliun rupiah dan itu diambil dari memotong anggaran pendidikan 40%, memotong anggaran kesehatan 15%, dan potongan-potongan lainnya," ujarnya menjelaskan asal muasal dana tersebut.
Menurutnya, pengalihan dana dari pendidikan dan kesehatan demi program makan gratis merupakan kebijakan yang keliru. Hal ini semakin diperparah dengan target penerima manfaat yang dianggap tidak selektif.
Salah Sasaran
Mengacu pada data BPS, ia menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia sebenarnya hanya sekitar 9%, namun program ini justru menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kondisi ini menciptakan sebuah ketimpangan di mana masyarakat mampu justru ikut menikmati fasilitas yang dananya diambil dari pemotongan hak rakyat kecil.
"90% orang kaya, bapak-bapak, ibu-ibu yang menyekolahkan anaknya di sekolah elit dan sebagainya pasti dapat MBG. Padahal MBG itu didapatkan dari memotong anggaran subsidi untuk fakir miskin," tegasnya.
Ia menyayangkan dana yang seharusnya bisa digunakan untuk tunjangan guru, dosen, atau biaya kuliah masyarakat kurang mampu justru dialihkan.

Komentar
Posting Komentar