Viral ! Picu Perdebatan Panas, Sekelompok Orang Berdzikir di Candi Prambanan, Toleransi atau Salah Tempat ?
BERBURU ILMU TAREKAT IBARAT MENGEJAR MIMPI DI NEGERI DONGENG
Judul di atas adalah pendapat pribadi kami setelah dulu sibuk berburu ilmu-ilmu tarekat dan kini sibuk berburu ilmu-ilmu syar'i. Ada kepuasan semu yang kami rasakan dalam perburuan ilmu tarekat, apalagi setelah mendapatkan ilmu-ilmu pamungkas, seperti penyembah dan yang disembah adalah satu, syahadat dan sembahyang batin yang bisa menyelamatkan kita saat sakratul maut, siksa kubur dan siksa neraka, menemukan guru terhebat di Kota Makassar yang bisa menjamin pengikutnya masuk surga dengan hanya bermodalkan emas 1 gram, uang Rp. 250.OOO dan Pas Foto ukuran 4 X 6.
Inilah cara termudah untuk masuk surga, tanpa banyak amalan ibadah selain mendekatkan diri kepada wali penghuni kuburan keramat karena guru kami itu mengaku telah 3 kali mati dan lebih hebat dari Nabi Khidir. Ya..katanya.
Kini kami tersadar bahwa semua itu adalah kebodohan kami sendiri yang tidak paham bagaimana berislam yang sebenarnya.
Melalui Al Quran, As Sunnah dan Kitab-kitab ulama yang memahami sunnah, kami pahami beberapa point dalam beragama Islam, yaitu :
1. Al Quran dan As Sunnah adalah satu paket yang keduanya adalah wahyu Allah. As Sunnah adalah petunjuk terperinci dalam memahami dan mengamalkan Al Quran. Jadi kita tidak akan bisa mengamalkan Al Quran kecuali dengan mengamalkan As Sunnah. As Sunnah adalah petunjuk atau metode atau resmi dalam Islam.
2. Allah adalah tujuan ibadah, sedangkan Rasulullah adalah model atau penunjuk jalan kepada tujuan ibadah. Jadi kita tidak akan bisa mencapai tujuan ibadah kecuali beribadah dengan benar, dan kita tidak akan bisa beribadah dengan benar kecuali dengan mengikuti jalan petunjuk atau mencontoh ibadah Rasulullah. Rasulullah adalah guru resmi dalam Islam.
3. Tugas Rasul adalah menyampaikan wahyu Allah yang diturunkan padanya kepada seluruh umat manusia. Maka dalam Islam tidak dikenal ilmu rahasia atau wahyu yang disembunyikan Rasulullah kepada sebagian umatnya. Rasulullah tidak mengajarkan ilmu-ilmu rahasia hanya kepada sahabat dekatnya. Ilmu-ilmu selain yang diajarkan Rasulullah adalah ilmu yang diada-adakan manusia yang mengatasnamakan Rasulullah dan mengatas namakan agama Allah. Andaikan seluruh ilmu tarekat bersumber dari Rasulullah, tentu tidak akan muncul kelompok-kelompok tarekat dalam umat Islam yang berbeda-beda ajaran dan amalan.
4. Apapun amalan yang tidak ada tuntunan syariatnya dalam sunnah Rasulullah maka tertolak, tidak bermanfaat dan tidak akan membawa kita untuk meraih ridho dan rahmat Allah, karena kunci ridho dan Rahmat Allah adalah mentaati syariat Allah melalui ketaatan pada sunnah Rasulullah.
Dari keempat point pegangan kami dalam beragama di atas kami simpulkan :
• 1. Tidak ada jalan/metode/tarekat dalam Islam selain mengikuti jalan/metode/sunnah Rasulullah.
• 2. Amalan-amalan tarekat yang menyalahi sunnah Rasulullah adalah amalan yang tertolak/sia2 dan buntu.
• 3. Ilmu-ilmu atau amalan rahasia yang diklaim wahyu langsung dari Allah atau ilmu yang dirahasiakan Rasulullah tidak bisa dipercaya, termasuk dusta atas nama Allah dan Rasulullah. Sesungguhnya berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya adalah kezaliman yang besar. Oleh karena itu, kami mengajak saudara-saudara yang masih terlena dalam ajaran dan amalan tarekat tinggalkanlah tarekat dan kembalilah ke sunnah Rasulullah. Amalan-amalan dalan sunnah Rasulullah terjamin di sisi Allah, dan kalau kita sanggup mengamalkan sunnah Rasulullah dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah, maka insyaa Allah apa yang diimpikan bisa tercapai.
Tetapi sebaliknya, bila melakukan amalan yang tidak disyariatkan dalam sunnah Rasulullah, maka akan meraih tiga hal, yaitu:
1. Kelelahan tanpa (ada) hasil (di akhirat)
2. Predikat zalim, karena mengganti sunnah dengan melakukan yang tidak disyariatkan
3. Predikat sesat, karena membuat atau melekukan amalan yang tidak sesuai tuntunan sunnah Rasulullah.
Jangan menjadi korban penipuan dalam agama, karena sesungguhnya menempuh jalan di luar sunnah Rasulullah adalah tipuan belaka?, siapa yang menipu?, yaitu makhluk Allah yang pandai menipu.... Iblis dan pasukan-pasukannya.
Ayo beragama dengan mengikuti ulama yang mentaati sunnah Rasulullah, seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Iman Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan semua ulama sunnah yang tidak mengajarkan dan tidak mengamalkan tarekat selain sunnah Rasulullah.
Kalau jalan Rasulullah lebih baik dan lebih aman, mengapa mengambil jalan lain???
tidak suka-kah bersama Rasulullah?
Semoga Allah ta'ala memberi taufiq dan hidayah.

Komentar
Posting Komentar