Langsung ke konten utama

Resmi! Domino Dilarang di Aceh Barat, Ulama Nilai Merusak Akhlak dan Merugikan Umat

 

Tanyaislamyuk - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat bersama ulama setempat secara resmi melarang segala bentuk aktivitas permainan domino di ruang publik, dengan alasan kegiatan tersebut merugikan masyarakat dan bertentangan dengan penerapan syariat Islam yang berlaku di wilayah itu.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, menyatakan kebijakan tersebut saat memberikan keterangan pers di Meulaboh, Selasa (13/1/2026). Ia menegaskan bahwa permainan domino tidak lagi diperbolehkan di seluruh daerah Aceh Barat, mencakup 322 desa di 10 kecamatan.

Tidak boleh ada permainan domino di Aceh Barat, itu merugikan. Kita harus bersikap tegas terhadap hal itu,” ujar Bupati Tarmizi. 

Larangan yang Meluas

Pemkab menargetkan seluruh bentuk permainan batu domino di berbagai tempat umum harus dihentikan, termasuk di warung kopi (warkop), dan turnamen domino dalam bentuk apa pun juga dilarang keras. Bahkan selama bulan suci Ramadan, aktivitas domino tetap tidak diperbolehkan di masyarakat.

Untuk memastikan aturan ini diterapkan, Pemkab meminta kepala desa, perangkat desa, camat, dan tokoh pemuda ambil bagian dalam pemberantasan budaya bermain domino di lingkungan mereka masing-masing.

Ulama Soroti Dampak Sosial dan Keagamaan

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Tgk Mahdi Kari Usman, menyatakan bahwa maraknya permainan domino telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia menilai kegiatan ini memiliki potensi maksiat dan mudharat (kemudaratan), sehingga tidak selaras dengan nilai-nilai syariat Islam.

Menurut Tgk Mahdi, segala sesuatu yang berpotensi maksiat tidak memiliki nilai ibadah. Ia juga menyoroti bahwa kebiasaan begadang untuk bermain domino sering membuat kepala keluarga tidak dapat bangun pagi untuk mencari nafkah bagi keluarga, yang berdampak negatif pada kesejahteraan rumah tangga.

Penolakan Legalisasi Domino sebagai Cabang Olahraga

MPU Aceh Barat juga menolak wacana menjadikan domino sebagai cabang olahraga resmi di bawah naungan organisasi nasional seperti PB PORDI (Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia). Meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat sempat menyatakan domino boleh dijadikan hiburan atau olahraga selama tanpa unsur judi dan faktor negatif lainnya, MPU Aceh Barat tetap pada pendiriannya bahwa permainan ini tidak sesuai syariat di wilayahnya.

MPU menegaskan bahwa Aceh memiliki aturan hukum khusus, yakni Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang melarang praktik maisir (perjudian) dan aktivitas yang mendekati praktik tersebut. Oleh karena itu, pihaknya meminta semua pihak, termasuk TNI, Polri, dan Forkopimda untuk menghormati kebijakan syariat tersebut.

Dampak Kebijakan di Tengah Masyarakat

Langkah tegas Pemkab Aceh Barat ini dilihat sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan syariat Islam di daerah yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan komitmen kuat terhadap hukum syariat di Indonesia. Larangan ini mencerminkan keprihatinan terhadap dampak sosial dan spiritual dari permainan domino, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dinilai dapat mengganggu kehidupan keluarga dan komunal. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...