Langsung ke konten utama

Jasa Foto Cium Replika Hajar Aswad Dibanderol 100 Riyal, Mayoritas Pelanggan WNI

 Jasa Foto Cium Replika Hajar Aswad Dibanderol 100 Riyal, Mayoritas Pelanggan WNI

Tanyaislamyuk - Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya praktik jasa foto cium replika Hajar Aswad yang disebut-sebut dipatok dengan tarif 100 riyal Arab Saudi. Praktik ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah jemaah mengaku ditawari layanan tersebut di sekitar kawasan Masjidil Haram.

Menurut penuturan beberapa jemaah umrah dan haji yang viral di media sosial, jasa ini menawarkan pengalaman “seolah-olah mencium Hajar Aswad” dengan cara berfoto di depan replika batu hitam tersebut. Foto kemudian diatur sedemikian rupa agar terlihat seperti sedang mencium Hajar Aswad asli di Ka’bah.

Yang mengejutkan, mayoritas pelanggan disebut berasal dari Indonesia (WNI). Hal ini terungkap dari percakapan para penyedia jasa yang menggunakan bahasa Indonesia serta testimoni jemaah yang mengaku melihat langsung praktik tersebut.

“Ditawari 100 riyal, katanya buat foto kenangan, biar kelihatan kayak cium Hajar Aswad,” ujar salah satu jemaah WNI dalam unggahan video yang beredar luas.

Dinilai Menyesatkan dan Mereduksi Kesakralan Ibadah

Praktik ini menuai kritik keras dari warganet dan tokoh agama. Banyak yang menilai jasa tersebut menyesatkan, karena menciptakan kesan seolah-olah telah menjalankan sunnah mencium Hajar Aswad, padahal yang dicium hanyalah replika.

Dalam Islam, mencium Hajar Aswad merupakan sunnah yang hanya dapat dilakukan jika memungkinkan tanpa menyakiti diri sendiri atau orang lain. Para ulama juga menegaskan bahwa tidak ada keutamaan ibadah yang bisa “diwakilkan” atau direkayasa lewat foto.

“Kalau hanya untuk gaya dan dokumentasi palsu, itu bukan ibadah, tapi bisa masuk wilayah penipuan dan riya,” tulis seorang warganet.

Celah Bisnis di Tengah Antusiasme Jemaah

Fenomena ini dianggap sebagai bentuk komersialisasi ibadah yang memanfaatkan tingginya antusiasme jemaah, khususnya dari Indonesia, yang ingin memiliki dokumentasi spiritual selama di Tanah Suci.

Sebagian pihak menilai lemahnya literasi ibadah membuat jemaah mudah tergiur, apalagi jika dibungkus dengan narasi “kenangan umrah” atau “sekadar foto”.

Perlu Perhatian Otoritas dan Edukasi Jemaah

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Arab Saudi terkait praktik tersebut. Namun, desakan agar ada penertiban dan edukasi terus bermunculan, baik dari masyarakat maupun pemerhati ibadah haji dan umrah.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa ibadah bukan soal dokumentasi, melainkan keikhlasan dan kepatuhan pada tuntunan syariat. Di tengah maraknya industri religi, jemaah diharapkan lebih kritis agar tidak terjebak pada praktik yang justru mengaburkan makna ibadah itu sendiri.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...