Habib Rizieq Minta Hapus dan Anggap Penistaan Agama Pada Materi Komedi Pandji di Mens Rea Soal Salat
Tanyaislamyuk - Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menyoroti materi komedi yang dibawakan oleh komika Pandji Pragiwaksono dalam program Mens Rea, khususnya bagian yang menyinggung praktik ibadah salat. Habib Rizieq meminta agar materi tersebut dihapus dan tidak lagi dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi, karena dinilai telah mengarah pada penistaan agama.
Dalam pernyataannya, Habib Rizieq menegaskan bahwa ibadah salat merupakan rukun Islam yang sakral dan tidak pantas dijadikan bahan candaan, apalagi jika disampaikan di ruang publik dengan gaya satire yang berpotensi merendahkan ajaran agama. Menurutnya, humor yang menyentuh aspek akidah dan ibadah memiliki batas yang jelas dan tidak bisa disamakan dengan kritik sosial atau politik.
“Kalau sudah menyentuh ibadah, apalagi salat, itu bukan lagi kritik, tapi sudah masuk wilayah pelecehan agama. Ini berbahaya dan harus dihentikan,” tegas Habib Rizieq.
Habib Rizieq juga meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk bersikap tegas dalam menyikapi konten-konten hiburan yang dinilai menyinggung nilai-nilai keagamaan. Ia menilai pembiaran terhadap materi semacam itu dapat menciptakan preseden buruk dan memicu konflik di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, materi komedi Pandji dalam Mens Rea menuai beragam reaksi publik. Sebagian penonton menganggapnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan refleksi sosial, namun tidak sedikit pula yang merasa tersinggung dan menilai candaan tersebut melampaui batas toleransi terhadap agama.
Habib Rizieq menekankan bahwa kebebasan berekspresi di Indonesia tidak bersifat absolut dan tetap harus tunduk pada nilai moral, hukum, serta penghormatan terhadap keyakinan umat beragama. Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang tentang penodaan agama masih berlaku dan dapat menjerat siapa pun yang terbukti menghina atau merendahkan ajaran agama tertentu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pandji Pragiwaksono terkait permintaan penghapusan materi tersebut. Publik pun kini menanti sikap komika tersebut serta respons dari pihak penyelenggara program Mens Rea atas polemik yang terus berkembang.

Komentar
Posting Komentar