Langsung ke konten utama

Curhatan Warga Soal Biaya Tahlilan Yang Kini Pengeluarannya Menyaingi Pesta Pernikahan

 

Tanyaislamyuk - Tradisi tahlilan yang selama ini dikenal sebagai bentuk doa dan solidaritas sosial, kini mulai menuai keluhan dari sebagian warga. Pasalnya, biaya tahlilan dinilai semakin membengkak dan bahkan disebut-sebut sudah menyaingi pengeluaran pesta pernikahan sederhana.

Sejumlah warga mengaku tertekan oleh ekspektasi sosial yang berkembang di lingkungan mereka. Tahlilan yang seharusnya sederhana, kini kerap disertai konsumsi mewah, nasi box beragam menu, snack berlapis, hingga bingkisan untuk tamu.

“Sekarang tahlilan bukan cuma soal doa. Kalau tidak sedia konsumsi lengkap, takut jadi omongan,” ujar Sumarno (52), warga Bekasi, saat ditemui wartawan.

Ia menyebut, untuk rangkaian tahlilan hari pertama hingga hari ketujuh, bahkan berlanjut ke hari ke-40 dan ke-100, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Curhatan serupa datang dari Nurhayati (45), ibu rumah tangga asal Sidoarjo. Ia mengaku harus berutang demi memenuhi “standar tak tertulis” di lingkungannya.

“Padahal kami sedang berduka. Tapi malah pusing mikirin biaya. Rasanya seperti dipaksa bikin hajatan,” katanya lirih.

Fenomena ini memicu perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian tokoh agama menegaskan bahwa tahlilan tidak mensyaratkan jamuan mewah, bahkan dalam banyak pendapat ulama, yang dianjurkan justru adalah membantu keluarga yang berduka, bukan sebaliknya.

Pengamat sosial menyebut perubahan ini sebagai pergeseran makna tradisi, dari ibadah kolektif menjadi ajang gengsi sosial. Media sosial pun turut memperparah tekanan, ketika standar konsumsi tahlilan kerap dibanding-bandingkan.

“Tradisi yang baik bisa berubah memberatkan jika kehilangan ruhnya. Ini soal empati sosial, bukan soal hidangan,” ujar sosiolog Universitas Indonesia, Ahmad Rasyid.

Sejumlah warga kini mulai mengusulkan tahlilan kembali ke bentuk sederhana: doa bersama tanpa konsumsi berlebihan, atau cukup dengan minum air dan kurma. Namun, upaya ini kerap berbenturan dengan norma sosial yang sudah terlanjur mengakar.

Di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit, suara-suara warga ini menjadi pengingat bahwa duka seharusnya diringankan, bukan ditambah beban.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...