Langsung ke konten utama

10 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Saat Salat

 

Salat merupakan tiang agama yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan lima kali dalam sehari, salat memiliki kedudukan yang sangat penting dan tidak boleh disepelekan.
Karena begitu pentingnya salat, pelaksanaannya pun perlu diusahakan agar dilakukan dengan sebaik dan sesempurna mungkin. Mulai dari niat, bacaan, hingga gerakan salat harus sesuai dengan tuntunan agar ibadah yang dilakukan bernilai sah dan diterima.

Namun dalam praktiknya, masih banyak kesalahan umum saat salat yang sering dilakukan, baik disadari maupun tidak. Lantas, apa saja kesalahan dalam salat yang kerap terjadi dan perlu dihindari agar ibadah kita menjadi lebih sempurna?

Kesalahan Umum Ketika Salat
Berdasarkan rangkuman dari buku Panduan Sholat Rosulullah 1 karya Imam Abu Wafa dan Kumpulan Tanya Jawab Seputar Shalat: Menjawab Tuntas Masalah Shalat dari A-Z karya 'Abd al-'Aziz ibn Nasir al-Musaynad, terdapat sejumlah kesalahan ringan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan salat.

Meski terlihat sepele, kesalahan-kesalahan ini penting untuk diketahui dan diperbaiki agar salat dapat dilakukan sesuai tuntunan dan menjadi lebih sempurna.

1. Kurang Tuma'ninah
Tuma'ninah adalah sikap tenang dengan memberi jeda sejenak pada setiap gerakan salat, seperti rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Gerakan salat tidak boleh dilakukan secara terburu-buru tanpa adanya ketenangan.

Namun, masih banyak orang yang melaksanakan salat dengan tergesa-gesa. Akibatnya, jeda yang seharusnya ada dalam setiap gerakan salat sering kali tidak terpenuhi.

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

"Kembalilah dan salatlah, karena engkau belum salat." (HR Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Mengangkat Tangan dengan Benar saat Takbiratul Ihram
Sebagian orang masih melakukan kesalahan saat takbiratul ihram, seperti mengangkat tangan terlalu rendah, terlalu tinggi, atau bahkan tidak mengangkatnya sama sekali.

Padahal, mengangkat tangan ketika takbiratul ihram merupakan sunnah muakkadah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata,

"Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua bahunya ketika bertakbir untuk salat." (HR Bukhari)

3. Salah dalam Membaca Al-Fatihah
Al-Fatihah adalah rukun salat yang wajib dibaca dengan benar, tenang, dan tidak tergesa-gesa. Pembacaannya perlu memperhatikan tajwid serta makhraj huruf agar maknanya tidak berubah.

Namun dalam praktiknya, masih banyak orang yang membaca Al-Fatihah terlalu cepat. Akibatnya, bacaan menjadi kurang sempurna dan tidak sesuai dengan tuntunan salat yang benar.

4. Tidak Menjaga Pandangan ketika Salat
Masih banyak jemaah yang kurang menjaga arah pandangan saat melaksanakan salat. Tidak sedikit yang mengalihkan pandangan ke kanan dan kiri, melihat jam, atau memperhatikan kondisi di sekitarnya. Kebiasaan tersebut membuat fokus mudah terpecah. Akibatnya, kekhusyukan dalam salat pun menjadi terganggu.

Dalam sebuah riwayat hadis dijelaskan, "Hendaklah kamu menundukkan pandangan dalam salat. Janganlah kamu menoleh, karena berpaling dalam salat adalah suatu kecurangan yang dilakukan oleh setan terhadap hamba dalam salatnya." (HR Bukhari)

5. Tidak Meluruskan dan Merapatkan Shaf ketika Berjamaah
Ketika salat berjamaah, shaf yang tidak lurus dan renggang sering menjadi kesalahan yang terabaikan oleh banyak jemaah. Padahal, Rasulullah SAW menekankan betapa pentingnya merapikan dan meluruskan barisan agar salat berjamaah berjalan dengan tertib dan sempurna.

Rasulullah SAW bersabda, "Luruskanlah shaf kalian, karena meluruskan shaf adalah bagian dari kesempurnaan salat." (HR Bukhari dan Muslim)

6. Terlambat Mengikuti Gerakan Imam
Sebagian makmum masih menunda mengikuti gerakan imam saat salat berjamaah, misalnya rukuk setelah imam hampir bangkit atau sujud ketika imam sudah duduk. Kebiasaan ini termasuk kesalahan yang dapat mengurangi kesempurnaan salat berjamaah.

Sebenarnya, makmum seharusnya mengikuti gerakan imam tepat setelah imam mengucapkan takbir, tidak mendahului atau terlambat. Dengan mengikuti gerakan imam secara tepat, salat berjamaah dapat dilakukan dengan lebih tertib dan khusyuk.

7. Melakukan Gerakan Berlebihan
Gerakan yang tidak perlu, seperti menggaruk kepala, membenahi pakaian berkali-kali, atau memainkan tangan dan kaki, dapat mengganggu kekhusyukan salat. Menurut madzhab Syafi'i, jika dilakukan tiga gerakan berturut-turut tanpa keperluan, salat bisa batal.

8. Lupa atau Salah Niat
Meskipun niat seharusnya berada dalam hati, banyak orang masih bingung dan terganggu saat berniat, bahkan mencampuradukkan antara niat dan lafadz.

Beberapa orang sampai mengucapkan niat dengan keras, padahal syariat menekankan niat cukup dalam hati. Niat memiliki peran penting, karena setiap amal tergantung pada niat yang ada di dalam hati seseorang.

9. Langsung Pergi Setelah Salam
Setelah salam, masih banyak orang yang langsung berdiri atau meninggalkan tempat salat tanpa berdzikir atau berdoa. Padahal, dzikir dan doa setelah salat merupakan bagian penting yang menyempurnakan ibadah. Melakukan dzikir setelah salat bahkan mendapatkan doa dari para malaikat bagi orang yang melakukannya.

10. Tidak Tahu Kesalahan yang Dilakukan
Kesalahan paling besar dalam salat adalah tidak menyadari adanya kesalahan saat melaksanakannya. Salat pun sering dilakukan sekadar rutinitas tanpa pemahaman atau refleksi diri. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk terus belajar dan memperbaiki pelaksanaan salat agar ibadah menjadi lebih khusyuk, sah, dan diterima oleh Allah SWT.

Wallahu a'lam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Kenapa Orang yang Paling Religius Pun Bisa Bercerai? Al-Quran Menyebut Satu Hal yang Sering Terlewat!

  Tanyaislamyuk - Kesalahan adalah pintu masuk yang indah, tapi tanpa satu ilmu ini, pintu itu tidak selalu membawa ke tempat yang seharusnya. Mereka sholat tahajud Bersama, hapal ayat-ayat tentang keluarga, dan dikenal sebagai pasangan yang religius. Lalu, mereka bercerai. Dan semua orang bertanya: " Bagaimana bisa ?". Tapi pertanyaan yang lebih penting justru tidak pernah diajukan: Apakah kesalahan tanpa satu hal ini cukup untuk menyelamatkan sebuah pernikahan?. Al-Quran menyebutnya dengan jelas, tapi hamper tidak pernah ada yang membahasnya. Kita diajarkan banyak hal sebelum menikah. Kewajiban istri, hak suami, dan rukun nikah. Tapi ada satu hal yang hamper tidak pernah diajarkan yang justru Allah sebut sebagai pondasi dari segalanya. Surah At-Thalaq ayat 2, diantara ayat-ayat tentang perceraian, Allah menyisipkan: " Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ". Takwa. Bukan hanya ritual. Takwa yang hidup di dalam keputusa...