Langsung ke konten utama

Masjid IKN : Benarkah Dirancang oleh Non-Muslim Tanpa Keterlibatan Ahli Fiqih?

 

Dikritik sebelum jadi dibilang keburu-buru.

Dikritik setelah jadi dibilang telat.

Sebenarnya yang salah kritikannya, atau kalian memang anti kritik?.

Kalau belum jadi, kritik itu pencegahan.

Kalau sudah jadi, kritik itu koreksi.

Masalah thararah atau sahnya shalat tidak tunduk pada status proyek, anggaran, atau gengsi arsitektur. Najis tetap najis, meski bangunannya megah dan modern. Yang berbahaya bukan kritik, tapi upaya untuk membungkam kritik dengan alasan apapun.



Masjid Rujukan dalam Penerapan Desain Thararah

Tidak semua masjid harus megah atau sempurna. Namun, ada masjid yang sejak awal memberi perhatian serius pada desain thararah demi menjaga kesucian ibadah jamaah.

Beberapa masjid yang layak dijadikan rujukan :

Masjid Sabilillah - Blimbing, Kota Malang

Masjid Hizbullah - Singosari, Malang

Pendekatan desain yang tepat terbukti dapat membantu jamaah menjaga kesucian diri sebelum memasuki ruang Utama masjid.

Apabila anda mengetahui masjid lain dengan penerapan system thararah yang baik, silahkan tuliskan sebagai refrensi Bersama.

Penegasan Sikap

Kritik ini tidak ditujukan kepada individu atau figur politik tertentu dan tidak bergantung pada siapa presiden yang sedang mejabat. Pergantian kekuasaan tidak pernah mengubah prinsip-prinsip dasar syariat.

Fokus kritik ini adalah kebijakan public, tata Kelola, dan pengambilan keputusan negara, khususnya ketika menyentuh wilayah ibadah yang berkaitan langsung dengan syarat sah ibadah menurut fiqih islam, terutama dalam aspek thararah.

Dalam konteks ini, tanggung jawab Utama berada pada Lembaga otoritatif negara, terutama.

  1. Kementrian Agama, sebagai pemegang mandate konstitusional dalam urusan pembinaan, perlindungan, dan penjamin kualitas praktik ibadah umat.
  2. Otoritas Perencana dan Pengawas Pembangunan, yang memastikan bahwa desain dan funsi bangunan ibadah tidak hanya indah secara visual, tetapi secara syar'i.
  3. Tim Arsitektur dan Konsultan Teknis, yang seharusnya menerjemahkan prinsip fiqih-bukan sekedar standar kebersihan modern-ke dalam desain nyata

Ketika sebuah masjid negara dibangun, terlebih dengan skala dan simbolisme besar, maka yang dipertaruhkan bukan hanya sekedar estetika, narasa toleransi, atau citra kemajuan, melainkan kesahihah shalat jamaah yang akan berlangsung di dalamnya selama bertahun-tahun.

Karena itu, jika dalam perencanaan dan realisasi ditemukan.

  1. Fasilitas bersuci yang rawan najis
  2. Desain toilet yang kurang mendukung prinsip thararah
  3. Absennya standar fiqih yang tegas dalam alur bersuci jamaah

Maka persoalan ini tidak dapat direduksi sebagai masalah teknis semata dan tidak adil jika dianggap sebagai serangan personal atau politis.

Kritik ini tetap relavan di era Presiden Jokowi, Presiden Prabowo, maupun di masa kepemimpinan mana pun di masa depan, karena dalam Islam :

  • Kebenaran tidak mengikuti kekuasaan
  • Fiqih tidak tunduk pada etika
  • Kesucian ibadah tidak bergantung pada dinamika politik

Justru disinilah peran negara-melalui kementrian agama dan lembaga terkait-dituntut hadir paling awal dan paling serius, agar fiqih tidak dating belakangan setelah bangunan berdiri, tetapi menjadi dasar sejak tahap desain.

Kritik ini bukan penolakan terhadap kemajuan, bukan upaya delegitimasi pemerintah, dan bukan kebencian terhadap simbol negara. Ini adalah amar ma'ruf dalam ranah kebijakan publik, agar masjid Kembali berfungsi sebagai penjaga kesucian ibadah, bukan sekedar etalase peradaban.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...