Langsung ke konten utama

Haram Jika Mengucapkan Selamat Natal? Begini Hukumnya Dalam Islam

 


Menjelang perayaan Natal, perbincangan mengenai hukum mengucapkan “Selamat Natal” kembali mencuat di tengah masyarakat Muslim. Sejumlah ulama dan lembaga keislaman menegaskan bahwa mengucapkan selamat Natal bagi umat Islam hukumnya haram, karena berkaitan langsung dengan akidah.

Pandangan ini didasarkan pada prinsip dasar dalam Islam bahwa seorang Muslim dilarang membenarkan atau merestui keyakinan yang bertentangan dengan tauhid. Natal dipahami sebagai perayaan keagamaan umat Nasrani yang berkaitan dengan keyakinan tentang ketuhanan Nabi Isa عليه السلام, yang dalam Islam diyakini sebagai nabi dan rasul, bukan Tuhan atau anak Tuhan.

Dasar Pandangan Ulama

Banyak ulama merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam.”
(QS. Al-Ma’idah: 72)

Selain itu, ulama kontemporer seperti Syaikh Ibn Baz, Syaikh Ibn Utsaimin, serta fatwa Lajnah Daimah menyatakan bahwa memberi ucapan selamat atas hari raya agama lain termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) dan pengakuan terhadap syiar agama tersebut, sehingga tidak dibenarkan dalam Islam.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Ahkam Ahlidz Dzimmah juga menyebutkan bahwa mengucapkan selamat atas syiar kekufuran adalah perbuatan yang diharamkan, meskipun dilakukan tanpa niat membenarkan.

Toleransi Tidak Berarti Mencampuradukkan Akidah

Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa Islam tetap mengajarkan toleransi, keadilan, dan akhlak mulia kepada pemeluk agama lain. Larangan mengucapkan selamat Natal tidak berarti umat Islam diajarkan untuk bersikap kasar atau membenci.

Umat Islam tetap diperintahkan untuk:

  • Bersikap sopan dan santun

  • Menjaga hubungan sosial dan kemanusiaan

  • Berlaku adil dan tidak menzalimi non-Muslim

Sebagian ulama menyarankan bentuk penghormatan yang bersifat umum, seperti mendoakan kebaikan, kesehatan, atau keselamatan tanpa menyebut perayaan keagamaan tertentu. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan Mata Melotot, Pria Bali ini Melarang Umat Islam Merayakan Takbiran di Bali Saat Nyepi

  Tanyaislamyuk - Viral di media sosial, seorang pria Bali bernama Hercules meminta umat Islam melaksanakan takbiran di rumah saat Hari Raya Nyepi. Dengan nada tegas, ia menilai takbiran di luar rumah berpotensi mengganggu kekhusyukan umat Hindu saat menjalankan Nyepi. Video tersebut memicu pro dan kontra di kalangan warganet. Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengeluarkan panduan khusus jika Nyepi bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Bali. Takbiran diperbolehkan di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara, petasan, atau bunyi-bunyian, dan berlangsung pukul 18.00–21.00 WITA. Perbedaan keyakinan adalah kenyataan di Indonesia. Jika semua pihak bisa saling menahan diri dan menghormati kesepakatan bersama, keharmonisan justru bisa semakin kuat.

Dunia Baru Saja Diguncang Kabar Netanyahu Tewas, Kini Foto Jasadnya Saat Dievakuasi Mulai Beredar

  Tanyaislamyuk - Dunia diguncang kabar bahwa Benjamin Netanyahu tewas setelah serangan besar menghantam wilayah Israel. Tak lama setelah kabar itu menyebar, muncul foto yang diklaim memperlihatkan proses evakuasi jasadnya. Namun hingga kini belum ada kemunculan Netanyahu di publik untuk membantah rumor tersebut. Kita tunggu saja kemunculannya di publik. Semenjak kabar ia mati oleh rudal Iran beredar, dia belum tampil di depan publik. Tapi bisa saja kematiannya memang tidak akan pernah dipublikasikan. Dan yang muncul nanti hanyalah “Netanyahu” baru dengan berbagai keanehan fisiknya. Mungkin saat ini sedang dilakukan audisi untuk mencari sosok yang mirip. Dunia hanya bisa menunggu… atau mungkin sedang menyaksikan sandiwara besar. Menurut kalian ini benar atau hanya sandiwara politik? Tulis pendapat kalian di komentar. Kalau kabar ini benar, apa dampaknya bagi Israel dan Iran?

Ternyata Indonesia Hanya Dijadikan ATM Bagi Industri Religi di Arab Saudi

Indonesia itu ATM Industri Religi di Arab Saudi,  Tapi Timbal Baliknya Sangat Miris. Jutaan umat Islam Indonesia berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Mereka datang dengan niat ibadah, pulang dengan doa. Namun tanpa disadari, di balik kesalehan itu Indonesia sedang menjalankan peran lain: menjadi ATM raksasa industri religi Arab Saudi. Uang mengalir deras. Sangat deras. Tapi penghormatan, pelayanan, dan posisi tawar? Justru terasa kering dan memprihatinkan. Umat Datang Membawa Devisa, Pulang Membawa Keluhan Biaya haji dan umrah dari Indonesia menyumbang puluhan triliun rupiah setiap tahun bagi Arab Saudi. Hotel mewah penuh oleh jemaah Indonesia, maskapai hidup dari jamaah Indonesia, katering dan transportasi berputar karena jamaah Indonesia. Namun anehnya, jamaah terbesar di dunia ini justru: - Harus antre 20–40 tahun - Ditempatkan di hotel jauh - Berdesakan ekstrem - Lanjut usia dipaksa bertahan di tengah sistem yang kejam Indonesia menyumbang paling banyak, tapi sering mendapat p...